Pendahuluan: Seorang Antropogeografer di Kesultanan Sumbawa Pada tahun 1936 seorang sarjana Belanda bernama Gerrit Kuperus mempertahankan disertasinya di Universitas Utrecht dengan judul Het ...
Dalam perjalanannya melintasi Sumbawa pada tahun 1930-an, geografer Belanda Gerrit Kuperus beberapa kali menemukan sesuatu yang aneh. Jalur kuda menuju Lantong membawanya melewati ...
Ketika Heinrich Zollinger melintasi pegunungan Setemper di Sumbawa pada pertengahan abad ke-19, ia mencatat sebuah lanskap yang hari ini hampir sulit dibayangkan. Dalam kutipan yang kemudian dimuat ...
Pada suatu pagi bulan Juli tahun 1955, sebelum matahari benar-benar terbit, seorang antropolog muda bernama Peter R. Goethals berdiri di sebuah persimpangan jalan di kota Sumbawa Besar. Dari ...
Beberapa tahun terakhir, isu hubungan agama dan lingkungan kembali menguat dalam diskusi publik. Di tengah krisis iklim, deforestasi, dan kerusakan ekologis global, muncul beragam upaya untuk membaca ...
Beberapa waktu terakhir, tampak ada gairah yang tumbuh di kalangan orang Sumbawa untuk membaca kembali dirinya sendiri melalui berbagai jejak pengetahuan lama tentang Pulau Sumbawa. ...
Di Pulau Sumbawa, tradisi Mangan Roa tidak terpusat pada satu desa tertentu, melainkan tersebar di sejumlah wilayah komunitas Samawa dengan variasi lokal. Praktik ini tercatat dijalankan di kawasan ...
Perdebatan tentang masyarakat adat sering terdengar sangat besar bahkan megah. Kata-kata seperti hak asal-usul, kedaulatan, atau perlawanan terhadap negara dan modal kerap dipakai untuk menjelaskan ...