Seekor harimau Sumatra masuk perangkap BKSDA
Jumat, 6 Maret 2020 20:25 WIB
Harimau sumatra yang masuk perangkap BKSDA Aceh di Kota Subulussalam, Aceh, Jumat (6/3/2020). ANTARA/HO-BKSDA Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Seekor harimau sumatra (panthera tigris sumatrae) sengaja dijebak masuk perangkap Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di Kota Subulussalam, Aceh, karena kehadiran satwa dilindungi tersebut meresahkan masyarakat setempat.
Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat, mengatakan pemasangan perangkap tersebut sebagai upaya penyelamatan dilakukan sejak beberapa minggu lalu.
"Berbagai upaya penyelamatan harimau tersebut sudah kami lakukan, di antaranya patroli, pemasangan kamera, mendatangkan pawang, hingga perangkap," kata Agus Arianto.
Harimau tersebut masuk perangkap yang dipasang tim BKSDA di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Pemasangan perangkap merespon keresahan masyarakat terhadap satwa dilindungi tersebut.
Setelah masuk perangkap, kata Agus Arianto, selanjutnya harimau sumatra tersebut akan dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari pemukiman dan perkebunan penduduk.
Terkait jenis kelamin dan usia harimau, Agus Arianto mengatakan dirinya belum bisa menyampaikan secara detail karena masih ditangani tim dokter hewan BKSDA Aceh.
"Nanti kami informasikan detail dan kondisi kesehatan harimau tersebut. Setelah nanti harimau ini dinyatakan sehat, akan dilepas ke habitatnya. Terkait di mana habitatnya, yang pasti di kawasan lindung," kata Agus Arianto.
Wilayah Kota Subulussalam, Aceh, dilaporkan sering terjadi konflik harimau dengan masyarakat. Beberapa kasus dugaan ternak dimangsa harimau terjadi di daerah tersebut.
Kepala BKSDA Aceh Agus Arianto yang dihubungi dari Banda Aceh, Jumat, mengatakan pemasangan perangkap tersebut sebagai upaya penyelamatan dilakukan sejak beberapa minggu lalu.
"Berbagai upaya penyelamatan harimau tersebut sudah kami lakukan, di antaranya patroli, pemasangan kamera, mendatangkan pawang, hingga perangkap," kata Agus Arianto.
Harimau tersebut masuk perangkap yang dipasang tim BKSDA di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Pemasangan perangkap merespon keresahan masyarakat terhadap satwa dilindungi tersebut.
Setelah masuk perangkap, kata Agus Arianto, selanjutnya harimau sumatra tersebut akan dilepasliarkan ke habitatnya yang jauh dari pemukiman dan perkebunan penduduk.
Terkait jenis kelamin dan usia harimau, Agus Arianto mengatakan dirinya belum bisa menyampaikan secara detail karena masih ditangani tim dokter hewan BKSDA Aceh.
"Nanti kami informasikan detail dan kondisi kesehatan harimau tersebut. Setelah nanti harimau ini dinyatakan sehat, akan dilepas ke habitatnya. Terkait di mana habitatnya, yang pasti di kawasan lindung," kata Agus Arianto.
Wilayah Kota Subulussalam, Aceh, dilaporkan sering terjadi konflik harimau dengan masyarakat. Beberapa kasus dugaan ternak dimangsa harimau terjadi di daerah tersebut.
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harimau sumatra turun gunung, Tiga sapi warga di Aceh Timur dimangsa
18 January 2025 17:57 WIB, 2025
Gawat!! Seekor harimau berkeliaran di halaman Masjid Lubuk Selasih Solok
31 May 2024 11:14 WIB, 2024
Walhi Sumut sebut segera tutup Medan Zoo usai empat ekor harimau mati
29 January 2024 6:24 WIB, 2024