Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah membuka ruang isolasi alternatif bagi pasien COVID-19 dengan kapasitas sekitar 60-80 tempat tidur.

"Ruang isolasi alternatif kita buka karena ruang isolasi yang ada sudah memenuhi daya tampung. Hari ini pasien COVID-19 yang kami tangani sebanyak 32 orang, sementara kapasitas ruang isolasi kami 24 tempat tidur," kata Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Mataram dr Ni Ketut Eka Nuryahati di Mataram, Rabu.

Dikatakan, pembukaan ruang isolasi alternatif bagi pasien COVID-19 tersebut dimaksudkan sebagai langkah antisipasi terjadinya lonjakan kasus penyebaran kasus COVID-19.

Pasalnya, setiap hari angka pasien positif COVID-19 di Kota Mataram terus meningkat dengan jumlah paparan per hari sangat signifikan. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB, per tanggal 8 Februari 2022, tambahan pasien positif COVID-19 di Mataram sebanyak 178 orang.

"Angka tambahan pasien positif yang sudah mencapai tiga digit itu, harus diwaspadai sehingga kita harus bergerak cepat siapkan skenario langkah antisipasi," katanya.

Pada prinsipnya, lanjut Eka, terkait kesiapan tambahan ruang isolasi guna mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19, sejauh ini tidak ada masalah.

Pasalnya, pihak RSUD Kota Mataram masih punya banyak ruangan yang bisa dijadikan ruang isolasi baik di lantai atas maupun di bawah samping instalasi gawat darurat (IGD).

"Untuk kapasitas tempat tidur belum bisa kita pastikan, sebab itu tergantung situasi perkembangan kasus COVID-19 dan ketersediaan alat kesehatan," katanya.

Di sisi lain, kendati RSUD Kota Mataram memiliki banyak ruang alternatif untuk dijadikan ruang isolasi pasien COVID-19, namun pihaknya berharap tidak ada lagi tambahan pasien positif COVID-19.

Karenanya untuk menghindari penyebaran COVID-19 terutama varian Omicron yang saat ini sudah masuk di NTB khususnya di Kota Mataram, masyarakat jangan abai menerapkan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 dan jangan lupa melakukan vaksinasi.

Vaksinasi COVID-19 merupakan salah satu upaya meningkatkan antibodi sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus COVID-19 yang saat ini sudah bermutasi menjadi berbagai varian.

"Harapannya agar kita segera terbebas dari pandemi COVID-19," katanya.