Mataram, 19/2 (ANTARA) - Puluhan rumah dan satu sekolah dasar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, sejak Sabtu (17/2) hingga Minggu, masih terendam banjir.

     Puluhan rumah yang masih tergenang air dengan ketinggian hampir mendekati lutut orang dewasa itu tersebar di Lingkungan Batu Gepeng, Kelurahan Tinggar dan Lingkungan Kebon Roek, Kelurahan Dayen Peken.

     Banjir juga masih menggenangi halaman Sekolah Dasar (SD) Negeri 5 Ampenan, bahkan hampir seluruh ruang kelas terendam air.

     Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram H Muharrar mengatakan banjir yang masih menggenangi sejumlah rumah warga dan sekolah karena posisinya lebih rendah dari drainase yang ada di pinggir jalan raya.

     "Air tidak bisa mengalir dengan lancar karena posisi drainase lebih tinggi. Satu-satunya cara adalah dengan menggunakan alat penyedot," ujarnya.

     Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan bagian pengairan Dinas Pekerjaan Umum Kota Mataram untuk menanggulangi air yang masih menggenangi rumah warga, terutama di SD Negeri 5 Ampenan.

     "BPBD tidak punya alat penyedot, tapi kami sudah koordinasikan hal itu. Mengenai realisasinya, silakan tanya langsung ke Dinas Pekerjaan Umum," ujarnya.

     Ditanya mengenai 75 kepala keluarga (KK) yang diungsikan ke tempat yang lebih aman pada Sabtu malam (18/2) karena rumahnya terendam banjir, Muharrar, mengatakan seluruhnya sudah kembali ke rumah masing-masing karena air sudah surut.

     Bantuan bahan makanan berupa beras dan mi instan serta selimut juga sudah dihentikan.

     "Laporan dari anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) penanggulangan bencana, warga yang diungsikan sudah kembali ke rumah masing-masing, sehingga bantuan dihentikan," ujarnya.

     Sebelumnya diberitakan, air hujan yang mengguyur deras lebih pada Sabtu (18/2) sejak pukul 12.30 Wita hingga 18.30 Wita, menggenangi ribuan rumah di Kota Mataram.

     Ribuan rumah yang terendam banjir tersebut tersebar di sejumlah kelurahan, seperti Kelurahan Kekalik Jaya, Kelurahan Sekarbela, Kelurahan Ampenan Utara, Kelurahan Dayen Peken, dan Kelurahan Tinggar.

     Jalan beraspal di banyak lokasi di Kota Mataram tertutupi genangan air hujan hingga mencapai lutut orang dewasa, sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

     Bahkan, arus lalu lintas di jalan raya sekitar pasar tradisional Kebon Roek menjadi terhambat karena genangan air masih terjadi hingga hari ini.

(*)

Pewarta :
Editor :
Copyright © ANTARA 2024