Puluhan pengendara di Lobar terjaring razia vaksin
Senin, 5 September 2022 19:59 WIB
Suasana pemberian vaksin terhadap pengendara yang terjaring dalam razia di Kantor Camar Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Senin (5/8/2022). ANTARA/HO-Polresta Mataram
Mataram (ANTARA) - Puluhan pengendara yang melintas di Jalan Pariwisata, depan Kantor Camat Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, terjaring razia vaksin COVID-19.
Kepala Kepolisian Resor Kota Mataram Komisaris Besar Polisi Mustofa di Mataram, Senin, mengatakan giat razia vaksinasi ini digelar oleh tim gabungan kepolisian bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Gunungsari.
"Jadi, dari giat hari ini di Gunungsari, ada 43 pengendara yang terjaring razia vaksin," kata Mustofa.
Mereka yang terjaring razia vaksin COVID-19, mendapat suntik vaksin dosis pertama, kedua, dan booster. "Jenis vaksin yang diberikan, Astrazeneca dan Pfizer," ujarnya.
Metode yang diterapkan petugas dalam razia vaksin tersebut, yakni dengan meminta para pengendara menunjukkan sertifikat vaksinasi terakhir.
"Mereka yang belum mendapat vaksin lengkap atau belum sama sekali dapat vaksin, langsung diarahkan ke kantor camat untuk suntik vaksin," ucap dia.
Selain melakukan razia vaksin, petugas juga melaksanakan patroli lapangan dengan mengunjungi warga di rumahnya masing-masing atau pun tempat keramaian, seperti di pasar tradisional.
"Yang kedapatan belum vaksin, langsung dibawa ke kantor camat untuk suntik," tuturnya.
Melalui kegiatan ini Mustofa berharap masyarakat sadar dengan pentingnya melakukan vaksin COVID-19.
"Tentu ini semua kami lakukan supaya masyarakat tetap sehat dan 'kebal' dari penularan virus," ucap dia.
Kepala Kepolisian Resor Kota Mataram Komisaris Besar Polisi Mustofa di Mataram, Senin, mengatakan giat razia vaksinasi ini digelar oleh tim gabungan kepolisian bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Gunungsari.
"Jadi, dari giat hari ini di Gunungsari, ada 43 pengendara yang terjaring razia vaksin," kata Mustofa.
Mereka yang terjaring razia vaksin COVID-19, mendapat suntik vaksin dosis pertama, kedua, dan booster. "Jenis vaksin yang diberikan, Astrazeneca dan Pfizer," ujarnya.
Metode yang diterapkan petugas dalam razia vaksin tersebut, yakni dengan meminta para pengendara menunjukkan sertifikat vaksinasi terakhir.
"Mereka yang belum mendapat vaksin lengkap atau belum sama sekali dapat vaksin, langsung diarahkan ke kantor camat untuk suntik vaksin," ucap dia.
Selain melakukan razia vaksin, petugas juga melaksanakan patroli lapangan dengan mengunjungi warga di rumahnya masing-masing atau pun tempat keramaian, seperti di pasar tradisional.
"Yang kedapatan belum vaksin, langsung dibawa ke kantor camat untuk suntik," tuturnya.
Melalui kegiatan ini Mustofa berharap masyarakat sadar dengan pentingnya melakukan vaksin COVID-19.
"Tentu ini semua kami lakukan supaya masyarakat tetap sehat dan 'kebal' dari penularan virus," ucap dia.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia memperkuat riset upayakan vaksin novel TBC tersedia pada 2028-2029
18 December 2025 15:17 WIB
Kemenkes uji coba vaksin HPV anak laki-laki di provinsi dengan cakupan baik
06 December 2025 4:36 WIB
Kota Bima jadi tuan rumah Sosialisasi Imunisasi Heksavalen tingkat Provinsi NTB
28 November 2025 6:25 WIB
Kemenkes menargetkan 90 persen anak laki-laki dan perempuan vaksin HPV di 2030
18 November 2025 4:15 WIB
Sebanyak 19.420 balita jadi sasaran imunisasi heksavalen di Lombok Tengah
13 November 2025 16:41 WIB