Kota Bima (ANTARA) - Kota Bima menjadi tuan rumah kegiatan Sosialisasi Imunisasi Heksavalen (DPT-HB-Hib-IPV) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), yang merupakan bagian dari implementasi kebijakan baru Kementerian Kesehatan RI untuk memperkuat program imunisasi nasional.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Bima H. A Rahman H. Abidin di Gedung Seni Budaya Kota Bima, Kamis.
Vaksin Heksavalen merupakan vaksin kombinasi yang mengandung enam antigen sekaligus untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, Haemophilus influenzae type B (Hib), dan polio. Penggunaan vaksin ini, menjadi inovasi penting dalam meningkatkan efektivitas layanan imunisasi dasar.
Wali Kota Bima mengatakan, bahwa imunisasi adalah investasi jangka panjang dalam membangun generasi sehat dan berkualitas.
"Program imunisasi terbukti sangat efektif dalam mencegah berbagai penyakit menular berbahaya serta menurunkan angka kematian dan kesakitan pada anak, termasuk mencegah KLB," ujarnya.
Ia mengakui, adanya tantangan seperti kesenjangan capaian imunisasi antar wilayah, rendahnya pemahaman sebagian masyarakat, hingga maraknya mis informasi terkait vaksin. Karena itu, ia mengajak semua pihak memperkuat kolaborasi.
“Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, kader posyandu, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting agar kebijakan ini dapat diterima secara luas,” katanya.
Ketua Tim Kerja Direktorat Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, Drg. Retna Ayu Wiarsih, menjelaskan bahwa vaksin Heksavalen memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya melindungi dari enam penyakit dalam satu suntikan sehingga menyederhanakan jadwal imunisasi, mengurangi jumlah suntikan pada bayi, dan meningkatkan kenyamanan. Hal itu diharapkan dapat mendorong peningkatan cakupan imunisasi secara lebih merata.
Baca juga: Wawali Kota Bima apresiasi peran BI NTB dalam pengendalian inflasi daerah
Ia menambahkan, penggunaan vaksin kombinasi tersebut juga berdampak pada efisiensi logistik serta pengurangan limbah medis. Retna menegaskan pentingnya peran lintas sektor, termasuk tokoh agama dan MUI, untuk membantu mengatasi keraguan dan hoaks terkait imunisasi.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bima selaku Ketua Panitia, Syarifuddin, menyampaikan bahwa imunisasi merupakan langkah paling aman dan efektif untuk mencegah penyakit seperti campak, rubella, polio, dan tetanus. Dengan membentuk antibodi, imunisasi memberikan perlindungan aktif bagi bayi dan balita.
Baca juga: Pemkot Bima sambut tim penilai posyandu NTB 2025
Ia menyebutkan, bahwa mulai 2025 Kementerian Kesehatan RI menghadirkan vaksin Heksavalen sebagai inovasi dalam program imunisasi dasar lengkap.
"Kota Bima dipilih sebagai daerah pertama di NTB yang menerapkan vaksin ini, sebagai bentuk kepercayaan pemerintah pusat atas capaian program imunisasi daerah," pungkasnya.
Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Direktorat Imunisasi Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Asisten II Setda Kota Bima, para kepala OPD, Ketua TP PKK, Ketua GOW, camat, lurah, kader posyandu, serta unsur lintas sektor lainnya.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026