Surabaya (ANTARA) - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memimpin pelepasan pemakaman Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Surabaya Adi Sutarwijono pada prosesi penghormatan terakhir di Kantor DPRD Surabaya, Kamis.
"Hari ini kita kehilangannya saudara sahabat kita, pimpinan DPRD kita, dipanggil Tuhan YME," kata Eri Cahyadi.
Ia mengatakan, seluruh jajaran Pemkot Surabaya dan warga Kota Surabaya mengucapkan terima kasih kepada keluarga karena semasa hidupnya sebagai pimpinan DPR, almarhum telah memimpin dengan hati.
"Ini mengajarkan kita semua bagaimana jiwa merangkul, jiwa menyatukan kepentingan masyarakat Kota Surabaya," ujarnya.
Baca juga: Adi Sutarwijono, dari pena ke pucuk pimpinan
Ia mewakili keluarga Pemkot Surabaya dan seluruh warga Kota Surabaya mendoakan karena tidak ada yang dibawa kecuali amal kebaikan.
"Kami juga menyampaikan mohon maaf jikalau beliau hidup ada salah khilaf dimaafkan untuk jalan menuju surga," ujarnya.
Ia mengatakan, pelepasan pemakaman menjadi saksi kalau Pimpinan DPRD Surabaya ini merupakan orang yang baik.
"Selamat jalan sahabat, selamat jalan guruku, semoga kita semua doakan beliau dan kuatkan keluarga ditinggalkan," katanya.
Wakil Ketua DPRD Surabaya Bahtiyar Rifai mengatakan mewakili pimpinan dan anggota DPRD Surabaya sekaligus keluarga besar Sekretariat DPRD Surabaya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya dan berbela sungkawa atas berpulangnya pimpinan DPRD Surabaya Adi Sutarwijono.
"Beliau sosok yang berdedikasi tinggi dan berintegritas yang luar biasa selama menjadi anggota DPRD di Surabaya sejak tahun 2012 dan menjadi ketua DPRD di Surabaya periode 2019-2024, periode 2024-2029," katanya.
Baca juga: Kata adalah senjata
Ia mengatakan, Adi Sutarwijono telah menyelesaikan tugas-tugas dengan baik dan bertanggung jawab salah satunya masih mengikuti rapat-rapat dan masih hadir dalam undangan partai di Jakarta.
"Ini merupakan bentuk tanggung jawab yang diembannya semasa hidup. Kepada keluarga ditinggalkan sekeluarga kami sepenuhnya menyadari bahwa kehilangan yang sangat berat," ujarnya.
Istri Adi Sutarwijono, Lusia Yektihandayani mengatakan meski sakit suaminya tetap menjalankan tugas-tugas sebagai pimpinan DPRD Surabaya.
"Kami ucapkan terima kasih, ini kehormatan luar biasa dari DPRD dan Pemkot Surabaya karena membantu keperluan kami sampai pemakaman menjadi penghormatan luar biasa pada keluarga kami," katanya.
Ia mengatakan, mewakili keluarga dirinya mengucapkan banyak terima kasih kepada PDIP khususnya Megawati Soekarnoputri karena telah memberikan kesempatan untuk mengabdikan diri di Kota Surabaya.
"Ketua DPC PDIP Pak Armuji kemarin turut serta menerima jenazah di Juanda membuat kami bangga dan yakin PDIP partai sangat dicintainya," katanya.
Adi Sutarwijono meninggal dunia di Rumah Sakit MRCCC Jakarta pada Selasa (10/2), pukul 20.36 WIB setelah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.
Selanjutnya Adi Sutarwijono dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Keputih Kota Surabaya.
Baca juga: Ketua PDIP Surabaya tekankan soliditas kader Banteng
Pewarta : Indra Setiawan
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026