Surabaya (ANTARA) - Direktur Utama Indonesian Basketball League (IBL) Junas Miradiarsyah menyebut Surabaya salah satu kota terbaik dalam pengembangan pasar bola basket nasional pada musim kompetisi 2025/2026.

“Surabaya tidak diragukan lagi. Kami melihat dampak format home and away dari penjualan jersey, penjualan tiket, hingga loyalitas penonton dan Surabaya menjadi salah satu yang terbaik,” katanya.

Ia menjelaskan, laga terakhir di Surabaya  mencatat tingkat keterisian penonton yang tinggi dan menjadi indikator kuat bahwa basis pendukung bola basket di Kota Pahlawan terus berkembang.

Menurut dia, Surabaya bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam membangun keterikatan suporter dengan klub secara berkelanjutan.

“Game terakhir kemarin juga penuh. Surabaya salah satu contoh untuk kota lain bagaimana mengembangkan fansnya,” ucapnya.

Junas mengatakan, format kandang dan tandang berdampak positif tidak hanya terhadap pertandingan, tetapi juga terhadap penguatan identitas klub di daerah masing-masing. Ia menilai sistem tersebut mendorong klub tidak sekadar fokus pada pertandingan, tetapi juga berperan aktif dalam mengembangkan basket di kotanya.

Baca juga: Kesatria bungkam pemuncak klasemen Pelita Jaya skor 84-71

“Kami yakin kalau format ini konsisten dan ini terbukti di semua negara, home and away merupakan jalan bagaimana basket bisa berkembang,” tuturnya.

Ia mengakui, perubahan format dari sistem seri yang diterapkan sejak 2023 menjadi sistem kandang dan tandang menghadirkan tantangan tersendiri, terutama dalam penyesuaian operasional tim.

Baca juga: Disiplin "gameplan" menjadi kunci menang Hornbills atas Hawks

Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut merupakan bagian dari proses adaptasi menuju kompetisi yang lebih profesional.

“Memang tidak mudah, sampai sekarang ini masih menjadi tantangan untuk kita, tapi bukan kendala,” ucap Junas.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026