BNPT cegah terorisme lewat pendekatan budaya
Selasa, 25 Oktober 2022 8:35 WIB
Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar. (ANTARA/HO-Humas BNPT).
Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama Pemerintah Kabupaten Magelang serta PT Taman Wisata Candi (TWC) mencegah aksi terorisme melalui pendekatan budaya dengan menghadirkan Wadah Akur Rukun Usaha Nurani Gelorakan (Warung) NKRI.
"Kehadiran Warung NKRI bertujuan menguatkan narasi-narasi kebangsaan," kata Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Boy mengatakan mewujudkan persatuan dan kesatuan merupakan komitmen bersama antara BNPT, Pemerintah Kabupaten Magelang dan PT TWC dalam melawan penyebaran virus intoleransi, radikalisme maupun terorisme lewat pendekatan budaya.
Sebagai pengelola PT TWC antusias bermitra dengan BNPT. Selain itu, ke depannya juga akan ada edukasi pada masyarakat serta terus menyuarakan semangat NKRI lewat pendekatan budaya. "Hal ini yang terus kita gelorakan melalui Warung NKRI Borobudur," kata mantan Kapolda Papua tersebut.
Boy Rafli menambahkan semua warga negara wajib untuk membangun imunitas agar seluruh masyarakat Indonesia kebal terhadap virus intoleransi, radikalisme dan terorisme. "Kewajiban kita sebagai warga negara untuk membangun imunitas masyarakat bersama seluruh elemen bangsa," tegas dia.
Baca juga: BNPT sosialisasi pencegahan terorisme lewat festival musik
Baca juga: BNPT sebut santri berperan bentengi masyarakat dari radikalisme terorisme
Senada dengan itu, Direktur Utama PT TWC Edy Setijono berharap adanya Warung NKRI maka pengembangan pariwisata nasional yang aman dari kelompok pemecah belah bangsa bisa terealisasi. "Candi Borobudur adalah objek vital nasional yang perlu dijaga terutama dari kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa," jelasnya.
Pada kesempatan itu, dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BNPT RI dengan PT TWC tentang sinergisi pencegahan terorisme di lingkungan PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.
"Kehadiran Warung NKRI bertujuan menguatkan narasi-narasi kebangsaan," kata Kepala BNPT Komjen Polisi Boy Rafli Amar melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.
Boy mengatakan mewujudkan persatuan dan kesatuan merupakan komitmen bersama antara BNPT, Pemerintah Kabupaten Magelang dan PT TWC dalam melawan penyebaran virus intoleransi, radikalisme maupun terorisme lewat pendekatan budaya.
Sebagai pengelola PT TWC antusias bermitra dengan BNPT. Selain itu, ke depannya juga akan ada edukasi pada masyarakat serta terus menyuarakan semangat NKRI lewat pendekatan budaya. "Hal ini yang terus kita gelorakan melalui Warung NKRI Borobudur," kata mantan Kapolda Papua tersebut.
Boy Rafli menambahkan semua warga negara wajib untuk membangun imunitas agar seluruh masyarakat Indonesia kebal terhadap virus intoleransi, radikalisme dan terorisme. "Kewajiban kita sebagai warga negara untuk membangun imunitas masyarakat bersama seluruh elemen bangsa," tegas dia.
Baca juga: BNPT sosialisasi pencegahan terorisme lewat festival musik
Baca juga: BNPT sebut santri berperan bentengi masyarakat dari radikalisme terorisme
Senada dengan itu, Direktur Utama PT TWC Edy Setijono berharap adanya Warung NKRI maka pengembangan pariwisata nasional yang aman dari kelompok pemecah belah bangsa bisa terealisasi. "Candi Borobudur adalah objek vital nasional yang perlu dijaga terutama dari kelompok-kelompok yang ingin memecah belah bangsa," jelasnya.
Pada kesempatan itu, dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BNPT RI dengan PT TWC tentang sinergisi pencegahan terorisme di lingkungan PT TWC Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko.
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Hotel Borobudur mempromosikan budaya Melayu lewat Discover Art and Culture
06 October 2025 18:42 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024