Mataram, 22/12 (ANTARA) - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) bekerja sama dengan PWI Cabang Nusa Tenggara Barat menggelar dialog mengusung tema Membangun Komitmen Media Dalam Pencitraan Pariwisata Lombok Sumbawa dalam perspektif NTB bersaing.

         Dialog yang digelar di Mataram, Sabtu, untuk lebih mempererat silaturahim antara insan pers dan pelaku pariwisata, pencitraan pariwisata, mencari bentuk peran strategis dan menyukseskan program Lombok Sumbawa 2012-2015.

         Pada dialog yang diikuti sekitar 30 wartawan media, cetak, eletronik dan media dalam jaringan (online) itu menampilkan sejumlah pembicara, antara lain Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) NTB Badrun AM, anggota BPPD Halus Mandala dan Ketua PWI Cabang NTB H Ahmad Sukisman Azmy.

         Dari dialog tersebut diharapkan akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara media massa dan pelaku pariwisata, tersusun langkah konkret peran media massa dalam rangka pecitraan dan pengembangan pariwisata Lombk Sumbawa serta terbentuknya forum komunikasi media massa dan pelaku pariwisata Lombok Sumbawa.

          Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB Lalu M Faozal mengatakan, media dapat menyiarkan objek-objek wisata baik yang belum maupun  dan sudah dikenal, agar  para wisatawan mengetahui dan tertarik untuk berkunjung ke tampat wisata itu 

        "Program Visit Lombok Ssumbawa (VLS) 2012 dengan target sejuta  wisatawan sudah tercapai di minggu kedua bulan November 2012. Langkah selanjutnya, yakni menyusun grand strategi program pariwisata ke depan dalam menyongsong VLS 2015 dengan target  2 juta kunjungan wisatawan," ujarnya.   

         Karena itu, katanya,  produk pariwisata NTB yang akan dijual ke depan harus dipersiapkan. Dalam hal ini, perlu digagas sebuah forum komunikasi yang melibatkan semua pihak, seperti pelaku wisata, event organizer, pers dan pemerintah.

         Sementara itu anggota BPPD NTB, Halus Mandala, mengatakan, pencitraan pariwisata itu perlu karena isu-isu  keamanan berdampak besar terhadap perkembangan pariwisata daerah ini.  Untuk itu diperlukan pencitaraan dan ini bisa dilakukan oleh kalangan pers.

        "Karena itu kami mengharapkan berita-berita yang terkait dengan kondisi keamanan hendaknya dikemas sedemikian rupa agar tidak berpengaruh negatif terhadap pariwisata NTB ," katanya.

         Ketua KPID NTB Badrun AM meminta media massa khususnya lembaga penyiaran baik radio maupun televisi agar tidak terlalu vulgar dalam menyiarkan berita-berita yang berkaitan dengan masalah keamanan, seperti mengeksploitasi gambar-gambar pada kasus bentrokan, sebab ini akan berdampak terhadap citra pariwisata daerah ini.

         "Lembaga penyiaran memiliki rambu-rambu dalam menyiarkan suatu peristiwa, yakni UU No. 32/2002 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran  (P3SPS). Ini yang harus dijadikan acuan oleh radio maupun televisi," katanya.

         Ia menyayangkan masih banyak lembaga penyiaran yang menayangkan berita-berita yang mengeksploitasi gambar-gambar suatu peristiwa secara vulgar, seperti suatu bentrokan padahal ini memiliki sisi negatif, bukan saja akan berdampak terhadap citra pariwisata NTB, juga akan menimbulkan dendam bagi para pihak yang bertikai.

         Karena itu ia meminta media massa terutama lembaga penyiaran untuk mempertimbangkan segi positif dan negatifnya. KPID NTB telah memberikan teguran tertulis kepada lembaga penyiaran yang tayangannya melanggar Undang-undang Pnyiaran dan P3SPS.

         Ketua PWI Cabang NTB H Ahmad Sukisman Azmy media massa cukup berperan dalam pencitraan pariwisata daerah, namun hal itu kurang mendapat respon dari para pelaku pariwisata baik pengusaha hotel, restoran dan pengusaha biro perjalanan.

        "Sayangnya peran media massa itu kurang mendapat respon dari para pelaku pariwisata. Ini terlihat dari sedikitnya hotel yang menyiapkan koran atau majalah yang bisa dibaca dibaca oleh para tamu yang menginap di hotel tersebut. Dengan kondisi ini informasi yang disampaikan melalui pemberitaan tentang pariwisata NTB tidak akan sampai kepada para wisatawan," ujarnya.

        Karena itu, katanya, terkait dengan pencitraan pariwisata itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengadakan lomba tingkat nasional mengenai penulisan artikel pariwisata, kegiatan serupa perlu dilakukan di daerah guna menggairahkan penulisan artikel mengenai potensi pariwisata daerah ini.(*)