Menteri kelautan tebar 30.000 benih kerapu
Kamis, 30 Mei 2013 19:41 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan menebar 30.000 ekor benih kerapu di perairan pantai Gerupuk, Lombok Tengah (pakai batik tengah), Kamis (30/5) (1)
Lombok Tengah, 30/5 (Antara) - Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo menebar 30.000 benih ikan kerapu bebek, macan, hybrid di lahan budi daya PT Bofa Marine di perairan laut Desa Gerupuk, Lombok Tengah.
"Budi daya laut atau `mariculture` menjadi usaha yang mempunyai prospek cerah, apalagi pengembangan budi daya laut dinilai masih mempunyai peluang yang besar," katanya seusai penebaran benih kerapu di Desa Gerupuk, Lombok Tegah, Kamis.
Ia mengatakan, dengan luas indikatif potensi lahan pengembangan budidaya laut nasional 4,58 juta ha sampai dengan 2011 baru dimanfaatkan untuk usaha budi daya sekitar 169.292 ha atau 3,69 persen.
Padahal banyak jenis ikan konsumsi yang mempunyai nilai jual tinggi.
Jenis ikan konsumsi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi itu, menurut Sharif, antara lain ikan kerapu, bawal bintang, dan kakap putih karena yang merupakan komoditi ekspor yang banyak diminati pasar luar negeri.
Menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya menggenjot produksi perikanan budi daya melalui optimalisasi pemanfaatan potensi budi daya, salah satunya adalah dengan mendorong percepatan pengembangan kawasan budidaya laut (mariculture).
Dia mengatakan, prospek pengembangan budidaya laut khususnya pada area lepas pantai atau "off shore" mempunyai peluang besar sebagai alternatif usaha yang prospektif bagi masyarakat pesisir.
"Dalam kaitan itu, diantaranya, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya telah melakukan upaya strategis dalam mempercepat pengembangan kawasan budidaya ikan kerapu, yaitu melalui pengembangan model percontohan budi daya ikan kerapu di 10 Kabupaten," kata Sharif.
Sharif mengatakan, usaha budi daya ikan kerapu menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Ini terlihat pada sentra-sentra produksi benih kerapu yang secara rutin mendapatkan order dengan jumlah yang cukup besar.
Di samping itu munculnya beberapa perusahaan yang bergerak dalam budidaya ikan kerapu di beberapa daerah menjadi bukti bahwa peluang bisnis kerapu masih sangat prospektif ke depan. Sebagai gambaran pada 2012 capaian angka produksi sementara untuk ikan kerapu sebanyak 10.200 ton.
Capaian produksi ikan kakap sebesar 6.100 ton. Sedangkan sentra produksi kerapu masih didominasi oleh 10 Provinsi penghasil utama, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Nangrooe Aceh Darusalam, Lampung, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Papua Barat, NTB, Maluku Utara dan Provinsi Maluku.
"Hal ini sejalan dengan kebijakan KKP dalam mewujudkan capaian industrialisasi perikanan budi daya," kata Sharif.
Acara penebaran bibit kerapu di perairan laut Desa Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah dihadiri Dirjen Perikanan Budi Daya Slamet Subjakto, Bupati Lombok Tengah H Suhaili FT dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB H Ali Syahdan.(*)
"Budi daya laut atau `mariculture` menjadi usaha yang mempunyai prospek cerah, apalagi pengembangan budi daya laut dinilai masih mempunyai peluang yang besar," katanya seusai penebaran benih kerapu di Desa Gerupuk, Lombok Tegah, Kamis.
Ia mengatakan, dengan luas indikatif potensi lahan pengembangan budidaya laut nasional 4,58 juta ha sampai dengan 2011 baru dimanfaatkan untuk usaha budi daya sekitar 169.292 ha atau 3,69 persen.
Padahal banyak jenis ikan konsumsi yang mempunyai nilai jual tinggi.
Jenis ikan konsumsi yang mempunyai nilai ekonomis tinggi itu, menurut Sharif, antara lain ikan kerapu, bawal bintang, dan kakap putih karena yang merupakan komoditi ekspor yang banyak diminati pasar luar negeri.
Menurut dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan terus berupaya menggenjot produksi perikanan budi daya melalui optimalisasi pemanfaatan potensi budi daya, salah satunya adalah dengan mendorong percepatan pengembangan kawasan budidaya laut (mariculture).
Dia mengatakan, prospek pengembangan budidaya laut khususnya pada area lepas pantai atau "off shore" mempunyai peluang besar sebagai alternatif usaha yang prospektif bagi masyarakat pesisir.
"Dalam kaitan itu, diantaranya, KKP melalui Ditjen Perikanan Budidaya telah melakukan upaya strategis dalam mempercepat pengembangan kawasan budidaya ikan kerapu, yaitu melalui pengembangan model percontohan budi daya ikan kerapu di 10 Kabupaten," kata Sharif.
Sharif mengatakan, usaha budi daya ikan kerapu menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Ini terlihat pada sentra-sentra produksi benih kerapu yang secara rutin mendapatkan order dengan jumlah yang cukup besar.
Di samping itu munculnya beberapa perusahaan yang bergerak dalam budidaya ikan kerapu di beberapa daerah menjadi bukti bahwa peluang bisnis kerapu masih sangat prospektif ke depan. Sebagai gambaran pada 2012 capaian angka produksi sementara untuk ikan kerapu sebanyak 10.200 ton.
Capaian produksi ikan kakap sebesar 6.100 ton. Sedangkan sentra produksi kerapu masih didominasi oleh 10 Provinsi penghasil utama, yaitu Provinsi Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Nangrooe Aceh Darusalam, Lampung, Sulawesi Tenggara, Jawa Timur, Papua Barat, NTB, Maluku Utara dan Provinsi Maluku.
"Hal ini sejalan dengan kebijakan KKP dalam mewujudkan capaian industrialisasi perikanan budi daya," kata Sharif.
Acara penebaran bibit kerapu di perairan laut Desa Gerupuk, Kabupaten Lombok Tengah dihadiri Dirjen Perikanan Budi Daya Slamet Subjakto, Bupati Lombok Tengah H Suhaili FT dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB H Ali Syahdan.(*)
Pewarta : Oleh Masnun
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
ITSRC hadir di Teluk Ekas, NTB optimistis krisis bibit rumput laut teratasi
20 February 2026 16:17 WIB
Tak perlu ke Jakarta, KKP siap buka gerai perizinan di daerah untuk investor asing
03 February 2026 22:14 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024