Polisi: Gadis Bersimbah Darah Murni Kecelakaan
Rabu, 22 Januari 2014 12:59 WIB
Korban luka-luka disebabkan kecelakaan lalu lintas (Ist)
Sumbawa Besar, (Antara) - Polisi menyimpulkan bahwa Surya Ningsih (19), gadis yang ditemukan tergeletak bersimbah darah di jalan di Kelurahan Brang Bara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, murni karena kecelakaan lalu lintas.
Kasatlantas Polres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kanit Lakalantas Aiptu M Rondhi, Rabu membenarkan kasus yang menimpa korban murni disebabkan kecelakaan lalu lintas, bukan akibat perbuatan pidana seperti yang sempat diduga sebelumnya.
"Hal ini diperkuat dengan keterangan Yudha Saputra (19), kekasih Surya Ningsih, yang sudah berhasil diamankan petugas setelah sebelumnya sempat dilakukan pencarian," kata Rondhi.
Rondhi melanjutkan, berdasar hasil pemeriksaan petugas terhadap Yudha, diperoleh keterangan bahwa pada Senin (20/1), Yudha dan Ningsih, panggilan korban, berboncengan sepeda motor melaju dari arah Pertigaan Sering (terminal bayangan), Kecamatan Unter Iwis, menuju Simpangan Lawang Gali, Kelurahan Brang Bara.
Di tengah jalan saat kendaraan melaju kencang, keduanya terlibat cekcok. Yudha yang saat itu hanya memegang stang sepeda motor menggunakan satu tangan, ditambah dengan keadaan jalan yang bergelombang, membuat kendaraan hilang keseimbangan dan kemudian terjatuh.
Akibatnya, Yudha dan Ningsih terhempas cukup keras di tanah, hingga keduanya menderita luka-luka yang cukup serius. Yudha sempat membantu korban yang terlihat sangat parah untuk bangkit, lalu kembali dibonceng untuk dilarikan ke Puskesmas Labuan.
Saat meluncur ke arah Terminal Sumer Payung, Kecamatan Badas melalui Desa Nijang, sepeda motor yang dikendarai keduanya macet karena kehabisan bensin tepat di depan Hotel Jayani. Yudha pun menurunkan korban lalu meninggalkannya untuk mengisi bensin.
"Korban kemudian dibawa oleh kepala dusun di wilayah itu ke Puskesmas Labuan, untuk mendapat pertolongan medis," kata Rondhi.
Aparat kepolisian yang menerima informasi tersebut langsung mencari Yudha di kediamannya. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Selang beberapa jam, Yudha ditemukan di wilayah Kelurahan Lempeh, yang selanjutkan diamankan di aparat Polres Sumbawa untuk dimintai keterangannya. Yudha dinilai lalai dengan mengendarai kendaraan berkecepatan tinggi sehingga menyebabkan kecelakaan.
Di tempat terpisah, Yudha yang ditemui di Ruang Unit Laka Polres Sumbawa, mengakui terjadi kecelakaan yang menimpa dirinya dan kekasihnya.
Ketika bermaksud membawa Ningsih ke puskesmas, sepeda motor Yudha kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
"Kemudian saya minta tolong kepada orang yang ada di sekitar itu untuk membawa korban ke puskesmas. Saya juga memberikan nomor handphone saya kalau ada hal yang perlu dikomunikasikan," ujar Yudha.
Setelah mengisi bensin, Yudha meluncur ke rumah temannya di depan Terminal Sumer Payung untuk membersihkan diri karena lengannya mengalami luka cukup parah.
"Saat saya raba kantong celana, ternyata handphone saya hilang," katanya.
Yudha kemudian bermaksud mengajak temannya pergi ke puskesmas untuk menjenguk Ningsih. Namun, di saat bersamaan, sepupu Yudha menginformasikan jika pemuda itu sedang dicari polisi dan memintanya untuk menyerahkan diri.
Di tengah kebingungan itu, Yudha mengurungkan niat ke puskesmas lalu menuju ke rumah pamannya di Kelurahan Lempeh.
Di rumah paman inilah, Yudha dijemput polisi. "Saya tidak berniat kabur atau meninggalkan Ningsih. Tapi kondisinya waktu itu tidak memungkinkan saya membawa langsung ke puskesmas," katanya.
Sementara itu, Ny Elly, ibu kandung Yudha, menyesalkan kejadian yang menimpa anaknya dan Ningsih.
"Saya akan mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan permohonan maaf dan berharap persoalan itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan," harapnya.
Kasatlantas Polres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kanit Lakalantas Aiptu M Rondhi, Rabu membenarkan kasus yang menimpa korban murni disebabkan kecelakaan lalu lintas, bukan akibat perbuatan pidana seperti yang sempat diduga sebelumnya.
"Hal ini diperkuat dengan keterangan Yudha Saputra (19), kekasih Surya Ningsih, yang sudah berhasil diamankan petugas setelah sebelumnya sempat dilakukan pencarian," kata Rondhi.
Rondhi melanjutkan, berdasar hasil pemeriksaan petugas terhadap Yudha, diperoleh keterangan bahwa pada Senin (20/1), Yudha dan Ningsih, panggilan korban, berboncengan sepeda motor melaju dari arah Pertigaan Sering (terminal bayangan), Kecamatan Unter Iwis, menuju Simpangan Lawang Gali, Kelurahan Brang Bara.
Di tengah jalan saat kendaraan melaju kencang, keduanya terlibat cekcok. Yudha yang saat itu hanya memegang stang sepeda motor menggunakan satu tangan, ditambah dengan keadaan jalan yang bergelombang, membuat kendaraan hilang keseimbangan dan kemudian terjatuh.
Akibatnya, Yudha dan Ningsih terhempas cukup keras di tanah, hingga keduanya menderita luka-luka yang cukup serius. Yudha sempat membantu korban yang terlihat sangat parah untuk bangkit, lalu kembali dibonceng untuk dilarikan ke Puskesmas Labuan.
Saat meluncur ke arah Terminal Sumer Payung, Kecamatan Badas melalui Desa Nijang, sepeda motor yang dikendarai keduanya macet karena kehabisan bensin tepat di depan Hotel Jayani. Yudha pun menurunkan korban lalu meninggalkannya untuk mengisi bensin.
"Korban kemudian dibawa oleh kepala dusun di wilayah itu ke Puskesmas Labuan, untuk mendapat pertolongan medis," kata Rondhi.
Aparat kepolisian yang menerima informasi tersebut langsung mencari Yudha di kediamannya. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Selang beberapa jam, Yudha ditemukan di wilayah Kelurahan Lempeh, yang selanjutkan diamankan di aparat Polres Sumbawa untuk dimintai keterangannya. Yudha dinilai lalai dengan mengendarai kendaraan berkecepatan tinggi sehingga menyebabkan kecelakaan.
Di tempat terpisah, Yudha yang ditemui di Ruang Unit Laka Polres Sumbawa, mengakui terjadi kecelakaan yang menimpa dirinya dan kekasihnya.
Ketika bermaksud membawa Ningsih ke puskesmas, sepeda motor Yudha kehabisan bahan bakar minyak (BBM).
"Kemudian saya minta tolong kepada orang yang ada di sekitar itu untuk membawa korban ke puskesmas. Saya juga memberikan nomor handphone saya kalau ada hal yang perlu dikomunikasikan," ujar Yudha.
Setelah mengisi bensin, Yudha meluncur ke rumah temannya di depan Terminal Sumer Payung untuk membersihkan diri karena lengannya mengalami luka cukup parah.
"Saat saya raba kantong celana, ternyata handphone saya hilang," katanya.
Yudha kemudian bermaksud mengajak temannya pergi ke puskesmas untuk menjenguk Ningsih. Namun, di saat bersamaan, sepupu Yudha menginformasikan jika pemuda itu sedang dicari polisi dan memintanya untuk menyerahkan diri.
Di tengah kebingungan itu, Yudha mengurungkan niat ke puskesmas lalu menuju ke rumah pamannya di Kelurahan Lempeh.
Di rumah paman inilah, Yudha dijemput polisi. "Saya tidak berniat kabur atau meninggalkan Ningsih. Tapi kondisinya waktu itu tidak memungkinkan saya membawa langsung ke puskesmas," katanya.
Sementara itu, Ny Elly, ibu kandung Yudha, menyesalkan kejadian yang menimpa anaknya dan Ningsih.
"Saya akan mendatangi keluarga korban untuk menyampaikan permohonan maaf dan berharap persoalan itu dapat diselesaikan secara kekeluargaan," harapnya.
Pewarta : Siti Zulaeha
Editor : Dina
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gara-gara miras, Seorang kakak di Lotim pukul adiknya hingga bersimbah darah
22 June 2024 9:10 WIB, 2024
Warga Praya Timur ditemukan meninggal bersimbah darah di Jerowaru Lombok Timur
08 July 2022 23:56 WIB, 2022
Seorang pria di Lombok Tengah ditemukan tewas bersimbah darah di dapur rumah
02 December 2021 6:46 WIB, 2021
Mayat bersimbah darah dengan leher tersayat ditemukan di pinggir jalan Lenek Lotim
30 August 2021 23:09 WIB, 2021
Seusai tikam istri, suami angkut korban bersimbah darah gunakan mobil ke kantor polisi
17 April 2021 20:42 WIB, 2021
Seusai belanja, tukang bakso tewas bersimbah darah didor begal di depan istrinya
27 June 2020 19:56 WIB, 2020
Geger, warga Lotim tewas bersimbah darah dengan parang masih menempel di leher di kamarnya
14 June 2020 11:28 WIB, 2020
Karyawan koperasi simpan pinjam tewas bersimbah darah, polisi memburu pelakunya
03 February 2020 11:32 WIB, 2020
Anak mantan Ketua KPU Nias Utara ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya
22 August 2019 13:20 WIB, 2019
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024