Polres Bintan - Riau tangkap dua penambang pasir ilegal
Sabtu, 11 Maret 2023 19:46 WIB
Kasat Reskrim Polres Bintan, Polda Kepri, AKP Muhammad Darma Ardiyaniki. (Ogen)
Bintan (ANTARA) - Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Bintan, Kepulauan Riau, menangkap dua penambang pasir ilegal berinisial AM (51) dan ST Als M (48). Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Muhammad Darma Ardiyaniki mengatakan kedua pelaku diamankan saat tengah melakukan aktivitas tambang pasir ilegal di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Sabtu.
"Keduanya melakukan kegiatan penambangan pasir tanpa izin dengan menggunakan mesin sedot pasir. Pasir kemudian dimasukkan ke dalam truk pembeli dan dijual seharga Rp450.000 per truk," kata AKP Ardiyaniki di Mapolres Bintan.
Ia menjelaskan penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi warga bahwa ada kegiatan tambang pasir di daerah Teluk Bakau. Setelahnya, jajaran Satreskrim Polres Bintan langsung turun ke lapangan guna melakukan penyelidikan.
Menurut Kasat Reskrim, di lokasi itu anggotanya menemukan satu unit mesin penyedot pasir yang tersambung dengan pipa-pipa. Saat bersamaan, kedua pelaku AM dan AT tertangkap tangan sedang menyedot pasir di tempat tersebut.
Saat diinterogasi, lanjut kasat, keduanya mengakui telah melakukan penambangan pasir tanpa izin dari pemerintah daerah setempat sejak Februari 2023 sehingga langsung diamankan bersama barang bukti ke Mapolres Bintan.
Baca juga: DPR minta Polda Sultra tindak tegas tambang ilegal
Baca juga: Kasus tambang ilegal Ismail Bolong preseden buruk bagi Polri
Kedua pelaku sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan di Sel Tahanan Polres Bintan guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Perbuatan kedua tersangka melanggar Pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 (Revisi UU RI Nomor 4 Tahun 2009) tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara atau Menambang Mineral dan Batu Bara Tanpa Izin dengan pidana penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.
"Kami mengimbau masyarakat, baik perusahaan maupun perorangan jangan melakukan penambangan pasir secara ilegal karena melanggar UU dan bisa dipidana. Jika ingin melakukan penambangan segera urus perizinan ke kantor yang berwenang mengeluarkan perizinan," demikian Kasat Reskrim Polres Bintan.
"Keduanya melakukan kegiatan penambangan pasir tanpa izin dengan menggunakan mesin sedot pasir. Pasir kemudian dimasukkan ke dalam truk pembeli dan dijual seharga Rp450.000 per truk," kata AKP Ardiyaniki di Mapolres Bintan.
Ia menjelaskan penangkapan kedua pelaku bermula dari informasi warga bahwa ada kegiatan tambang pasir di daerah Teluk Bakau. Setelahnya, jajaran Satreskrim Polres Bintan langsung turun ke lapangan guna melakukan penyelidikan.
Menurut Kasat Reskrim, di lokasi itu anggotanya menemukan satu unit mesin penyedot pasir yang tersambung dengan pipa-pipa. Saat bersamaan, kedua pelaku AM dan AT tertangkap tangan sedang menyedot pasir di tempat tersebut.
Saat diinterogasi, lanjut kasat, keduanya mengakui telah melakukan penambangan pasir tanpa izin dari pemerintah daerah setempat sejak Februari 2023 sehingga langsung diamankan bersama barang bukti ke Mapolres Bintan.
Baca juga: DPR minta Polda Sultra tindak tegas tambang ilegal
Baca juga: Kasus tambang ilegal Ismail Bolong preseden buruk bagi Polri
Kedua pelaku sudah ditetapkan jadi tersangka dan ditahan di Sel Tahanan Polres Bintan guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. Perbuatan kedua tersangka melanggar Pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 (Revisi UU RI Nomor 4 Tahun 2009) tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara atau Menambang Mineral dan Batu Bara Tanpa Izin dengan pidana penjara maksimal lima tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.
"Kami mengimbau masyarakat, baik perusahaan maupun perorangan jangan melakukan penambangan pasir secara ilegal karena melanggar UU dan bisa dipidana. Jika ingin melakukan penambangan segera urus perizinan ke kantor yang berwenang mengeluarkan perizinan," demikian Kasat Reskrim Polres Bintan.
Pewarta : Ogen
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tambang ilegal Lombok Tengah ditutup total, Bupati Pathul: Tak pernah ada izin
05 February 2026 4:53 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024