Yogyakarta (ANTARA) - PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menggandeng perguruan tinggi untuk mencetak lulusan yang mampu mendukung praktik pertambangan berkelanjutan di Tanah Air.

"Kita menggenjot produksi (tambang) tetapi di sisi lain bagaimana tetap berkelanjutan bukan hanya untuk kepentingan generasi sekarang, melainkan juga masa depan. Ini sangat sulit, tetapi dengan usaha bersama, salah satunya melibatkan secara intensif antara dunia kampus dan industri bisa jadi alternatif solusi," kata Wakil Presiden Direktur PTAR Ruli Tanio di Yogyakarta, Sabtu (1/4).

Upaya sinergi itu, menurut Ruli, antara lain diwujudkan melalui gelaran Olympiade Agincourt Resources (OlympiAR) 2022 yang melibatkan mahasiswa jurusan geologi, tambang, dan teknik dari berbagai universitas di Indonesia.

Karya atau hasil penelitian dari para peserta olimpiade yang dimulai 17 Desember 2022 itu, kata dia, diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi industri dalam menerapkan prinsip pertambangan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

Sebagai bangsa yang besar di negara yang kaya akan mineral, menurut Ruli, sudah semestinya proses produksi pertambangan di Indonesia diimbangi dengan manajemen pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. "Penggenjotan produksi tanpa manajemen yang baik berarti mengakselerasi perusakan lingkungan. Ini tantangan buat kami," kata dia.

Senior Manager Corporate Communications PTAR Katarina Siburian Hardono menjelaskan rangkaian OlympiAR terbagi ke dalam tiga babak besar. Dari 55 tim yang mendaftar, sebanyak 20 tim berhasil lolos ke babak pertama, selanjutnya mereka bersaing untuk lolos ke babak kedua. Sebanyak 14 tim dinyatakan lolos ke babak kedua.

Pada babak kedua atau eliminasi, sebanyak 14 tim bersaing memaparkan hasil validasi data geologi, membuat pemodelan litologi, dan alterasi, serta membuat conceptual geology target. Lima tim yang dinyatakan lolos pada babak final kemudian melakukan validasi data, menganalisis data eksplorasi, menghasilkan wireframe mineralisasi yang berkorelasi dengan data geologi, serta merancang usulan rencana pengeboran hingga pembuatan esai pascatambang.

Baca juga: Sekda NTB diperiksa penyidik Kejaksaan terkait kasus korupsi pasir besi
Baca juga: KKP hentikan proyek reklamasi tambang nikel di Morowali Sulteng

Berdasarkan hasil penjurian, PTAR pada Sabtu (1/4) di Yogyakarta mengumumkan juara I diraih Tim Magiste dari Universitas Diponegoro, juara II diraih Tim Sylvite (Institut Teknologi Bandung), juara III Tim Enargite (UPN Veteran Yogyakarta), juara IV Tim Niccolite (Institut Teknologi Bandung), dan juara V Tim Vermicullite (Universitas Jenderal Soedirman).

"Harapannya ini bisa jadi role model perusahaan tambang lain bagaimana melibatkan mahasiswa ke dalam proses melalui pembelajaran terkait teori tambang yang bertanggung jawab atau berkelanjutan," kata Katarina.

 

Pewarta : Luqman Hakim
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024