Kapolda: Sidik Jari Pencuri Motor mirip Teroris
Rabu, 29 Oktober 2014 13:21 WIB
Ilustrasi - Teroris (Ist)
Mataram, (Antara) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Brigjen Polisi Srijono mengatakan sidik jari pencuri kendaraan bermotor berinisial KH yang tertangkap di Kabupaten Bima, Senin (20/10), mirip dengan terduga teroris yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.
"Setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari, ada kesamaan dengan daftar pencarian orang (DPO) Detasemen Khusus (Densus) 88," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu.
Dia mengatakan, pelaku saat ini sedang dirawat di rumah sakit karena sempat dihakimi massa ketika hendak mencuri sepeda motor warga yang sedang dipanaskan di halaman rumah.
Meskipun ada kesamaan dari sidik jari DPO terduga teroris, kata Srijono, pihaknya tidak melakukan pengembangan ke arah tindak pidana teror karena merupakan kewenangan Tim Densus 88 Mabes Polri.
"Sementara ini kami hanya melakukan penyidikan masalah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kalau terkait dengan teroris silakan tanya ke Densus 88," ujarnya.
Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah (Polda) NTB Komisaris Besar Polisi Kurdi, menambahkan, KH terindikasi ikut terlibat jaringan teroris pimpinan Santoso, yang beraksi di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.
"Tapi itu baru indikasi awal. Untuk lebih jelasnya kami masih harus melakukan pendalaman," katanya.
Menurut dia, saat ini tim penyidik masih melakukan pengembangan dan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pelaku sendiri.
Selain sidik jari yang memiliki kesamaan, Kurdi menyebutkan, petunjuk lain yang mengarah pada dugaan teroris adalah kesamaan nama, yakni tersangka KH yang selama ini diburu terkait kasus aksi teror di Poso.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, KH diamuk warga saat tertangkap basah melakukan pencurian kendaraan bermotor di Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
Tersangka tertangkap tangan saat mengambil sepeda motor Honda Supra 125 di halaman rumah seorang warga bernama Firmansyah.
Setelah dikeroyok massa, KH berhasil diamankan petugas dari Polres Bima, kemudian pada Sabtu (25/10) lalu dibawa ke Markas Polda NTB di Mataram, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehubungan ada indikasi yang tersangkutan terlibat aksi teror.
"Setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari, ada kesamaan dengan daftar pencarian orang (DPO) Detasemen Khusus (Densus) 88," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu.
Dia mengatakan, pelaku saat ini sedang dirawat di rumah sakit karena sempat dihakimi massa ketika hendak mencuri sepeda motor warga yang sedang dipanaskan di halaman rumah.
Meskipun ada kesamaan dari sidik jari DPO terduga teroris, kata Srijono, pihaknya tidak melakukan pengembangan ke arah tindak pidana teror karena merupakan kewenangan Tim Densus 88 Mabes Polri.
"Sementara ini kami hanya melakukan penyidikan masalah tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor), kalau terkait dengan teroris silakan tanya ke Densus 88," ujarnya.
Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah (Polda) NTB Komisaris Besar Polisi Kurdi, menambahkan, KH terindikasi ikut terlibat jaringan teroris pimpinan Santoso, yang beraksi di wilayah Poso, Sulawesi Tengah.
"Tapi itu baru indikasi awal. Untuk lebih jelasnya kami masih harus melakukan pendalaman," katanya.
Menurut dia, saat ini tim penyidik masih melakukan pengembangan dan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk pelaku sendiri.
Selain sidik jari yang memiliki kesamaan, Kurdi menyebutkan, petunjuk lain yang mengarah pada dugaan teroris adalah kesamaan nama, yakni tersangka KH yang selama ini diburu terkait kasus aksi teror di Poso.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, KH diamuk warga saat tertangkap basah melakukan pencurian kendaraan bermotor di Talabiu, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
Tersangka tertangkap tangan saat mengambil sepeda motor Honda Supra 125 di halaman rumah seorang warga bernama Firmansyah.
Setelah dikeroyok massa, KH berhasil diamankan petugas dari Polres Bima, kemudian pada Sabtu (25/10) lalu dibawa ke Markas Polda NTB di Mataram, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, sehubungan ada indikasi yang tersangkutan terlibat aksi teror.
Pewarta : Awaludin
Editor : Yanes
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi tangani kasus ITE bule Prancis terkait peredaran narkoba di Lombok Utara
26 March 2026 20:02 WIB
Kapolda NTB atensi arus mudik Lebaran 2026, Koordinasi pengamanan diperketat
16 March 2026 18:39 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024