Mataram (ANTARA) - Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Irjen Pol. Edy Murbowo mengerahkan 1.649 personel kepolisian dalam giat pengamanan Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026 yang akan berlangsung selama dua pekan sejak 13 Maret 2026.
"Jadi, operasi ini besok mulai. Kami melibatkan personel Polda NTB sampai polres jajaran sebanyak 1.649 personel," kata Irjen Pol. Edy Murbowo di Mataram, Kamis.
Selain itu, dalam giat pengamanan ini Polda NTB turut melibatkan personel TNI, Basarnas, BPBD, Dinas Perhubungan, dan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (Pamswakarsa).
"Dari TNI kurang lebih 500 personel, kemudian Basarnas 116, dari Dinas Perhubungan 1.259, BPBD 126 orang. Jadi, kalau secara keseluruhan, hampir dua ribu yang dilibatkan," ujarnya.
Baca juga: Operasi Ketupat 2026 fokus keselamatan dan keamanan
Ia menjelaskan, keterlibatan personel Basarnas dan BPBD dalam operasi ini menjadi bagian dari upaya antisipasi bencana hidrometeorologi.
"Jadi, nanti BMKG tetap memantau dari kantornya, nanti komunikasikan terus tentang cuaca terbaru dengan polres jajaran hingga pos-pos, sehingga Basarnas dan BPBD yang terlibat harus ready on call kalau terjadi sesuatu (peristiwa kebencanaan)," ucap dia.
Baca juga: Polresta Mataram beri pelayanan terbaik jelang Lebaran 2025
Sebagai langkah untuk memastikan Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026 berjalan sesuai harapan, Polda NTB menggelar apel pasukan di Lapangan Bhara Daksa, Kota Mataram.
Dalam apel pasukan tersebut, Kapolda NTB turut memastikan kesiapan personel yang bertugas maupun sarana dan prasarana pendukung pengamanan.
Kapolda NTB berharap dengan kesiapan yang matang, pelaksanaan Operasi Ketupat Rinjani Tahun 2026 berjalan aman dan lancar tanpa gangguan.
Baca juga: Polresta Mataram siap sukseskan Operasi Ketupat 2025
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026