Bali (ANTARA) - Beragam faktor yang mempengaruhi kualitas hasil panen para petani, di antaranya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai seperti jaringan irigasi, alat mesin pertanian hingga infrastruktur lain seperti akses jalan yang baik.

Ketua Kelompok Tani Mertha Sarining Bhuana di Kabupaten Tabanan, Bali I Made Sandi dalam keterangan tertulis yang di terima Antara, Selasa mengatakan pihaknya salah satu petani yang mendapatkan bantuan program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dari Kementerian Pertanian (Kementan).

"Salah satunya UPPO yang kita terapkan, kalau ketersediaan pupuk bersubsidi itu memang diperlukan, cuma khan terbatas, kalau yang punya Simluhtan Kartu Tani itu mungkin dapat," ucapnya.

Selain hal tersebut, kata dia, pemenuhan kebutuhan seperti pupuk pun menjadi hal yang tak kalah penting dalam menunjang produktivitas pertanian.  Dikatakan walau pemerintah telah menyediakan beragam program untuk membantu petani dalam hal pemupukan tersebut. Salah satunya, menyediakan pupuk subsidi bagi para petani kecil. Namun, dikarenakan dengan anggaran yang sangat terbatas, pupuk subsidi tidak mampu memenuhi kebutuhan akan pupuk bagi petani di Tanah Air.

Untuk itulah, pemerintah juga menjalankan program UPPO sebagai salah satu solusi mengatasi hal tersebut dengan turut mengembangkan penggunaan pupuk organik demi meningkatkan kualitas tanah pertanian.

Lebih lanjut Sandi menjelaskan, bagaimana proses pembuatan pupuk organik lewat program UPPO. Program ini pun menurutnya dapat mengurangi biaya produksi yang selama ini terkuras untuk pembelian pupuk.  

"UPPO di sini pupuk organik, didapatkan dari kotoran hewan sapi, berupa kotoran dan kencing, Kita di sini memang benar mau menciptakan petani itu mandiri, mandiri dalam artian apa, untuk saprotan (sarana produksi pertanian) segala macam bahan-bahan vital yang diperlukan petani itu kita bisa produksi sendiri, seperti kotoran hewan tadi menjadi kompos super. Jadi bisa dibanyangkan, kita tdak lagi keluar banyak biaya di awal saat tanam," ujar Sandi yang juga pemilik Kadek Organic Farm.

Manfaat pemupukan organik menurut Sandi, dapat menciptakan sebuah pasar baru, karena hasil pertaniannya pun menjadi produk pertanian organik. Menurutnya, sudah banyak konsumen yang saat ini mencari produk-produk organik atas dasar kesehatan.

"Disamping itu juga mandiri pasar kalau sudah produk kita organik, produk sehat, jadi pasar itu akan mencari kita, karena untuk saat ini dari musim COVID-19, masyarakat mengkonsumsi pertanian sudah beralih ke produk sehat yaitu organik, disinilah UPPO berperan penting, UPPO sangat membantu petani membuat produk sehat, produk sehat inilah yang diperlukan oleh konsumen," ucap petani yang kerap dipanggil Kadek Melon.

Kualitas hasil panen pun menurut Sandi, memberikan dampak yang baik. Hal ini ditandai dengan peningkatan kualitas serta kuantitas hasil pertanian. Para petani yang tergabung ke dalam kelompok tani yang dia pimpin pun telah mantap beralih dari penggunaan pupuk kimia ke pupuk organik.

"Kalau hasil panen pasti jauh lebih baik, kita tidak kesulitan lagi mencari pupuk, sekarang sudah tersedia semua. Banyak petani kita yang tidak lagi mengeluhkan kurangnya pupuk. Jadi kalau yang masih ada pemeliharaan dengan unsur-unsur kimia, itu masih ragu, kita tidak berani memberikan kepada konsumen atau ngasih mereka, nah itu, jadi UPPO sangat membantu kita dalam melakukan aktivitas bertani sehat," kata Sandi.

Baca juga: Pupuk Kaltim pastikan stok pupuk aman memasuki musim tanam Maret
Baca juga: Klungkung Bali salurkan 2.3 ton pupuk kompos pertanian organik

Penggunaan pupuk organik sejauh ini gencar dikampanyekan Kementerian Pertanian (Kementan). Selain memang pupuk kimia berkontribusi dalam penurunan kualitas tanah, bahan bakunya pun sulit didapatkan akibat imbas perang Rusia dan Ukraina. Untuk itulah, program UPPO dipandang sebagai solusi jitu atasi ketergantungan akan pupuk kimia.
    

 

Pewarta : ANTARA
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024