Lurah di KSB Minta Pencairan Uang Persediaan
Rabu, 11 Maret 2015 21:54 WIB
Sumbawa Barat, (Antara NTB) - Sejumlah lurah di Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mendesak Dinas Pendapatan dan Pengelola Keuangan Daerah untuk mencairkan uang persediaan guna membiayai operasional kelurahan.
Lurah Dalam, Nurdin di Taliwang, Sumbawa Barat, Rabu, mengatakan sejak awal tahun sampai saat ini, pihak kelurahan tidak memegang anggaran sedikit pun, akibat belum terealisasinya pencairan uang persediaan (UP).
Hal itu mengakibatkan pihak kelurahan sangat kesulitan dalam membiayai operasional untuk memaksimalkan pelayanan. Padahal, banyak kegiatan pemerintah daerah yang mewajibkan masyarakat dari kelurahan untuk ikut serta.
"Untuk membiayai operasional tidak sedikit lurah yang terpaksa ngutang dulu, karena memang sejak awal tahun sampai sekarang kami tidak memegang anggaran sepeserpun," katanya.
Hal senada juga dikatakan Lurah Sampir Rizky Syahputra. Menurutnya, pihak kelurahan sebenarnya sudah mengajukan usulan pencairan UP ke Dinas Pendapatan dan Pengelola Keuangan Daerah (DPPKD) Kabupaten Sumbawa Barat.
Tetapi yang menjadi masalah, dana kelurahan itu masih dititip di DPA kecamatan, karena status kelurahan yang bukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersendiri.
Di satu sisi, kata Rizky, pencairan UP hanya bisa dilaksanakan sekali dalam setahun dan pihak kecamatan sudah lebih dulu mencairkan sebesar Rp47 juta dari total Rp170 juta UP untuk kecamatan dan seluruh kelurahan.
"Yang dicairkan itu hanya untuk kebutuhan kecamatan sendiri, sedangkan kelurahan tidak dapat bagian. Sementara DPPKD Kabupaten Sumbawa Barat tidak bersedia mencairkan lagi karena ketentuannya hanya bisa sekali dalam setahun," katanya.
Ia mengaku persoalan tersebut sudah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah melalui sekretaris daerah.
"Kami berharap segera ada solusi agar realisasi UP bisa secepatnya, mengingat keberadaan anggaran itu sangat penting dalam menunjang operasional kelurahan dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Rizky. (*)
Lurah Dalam, Nurdin di Taliwang, Sumbawa Barat, Rabu, mengatakan sejak awal tahun sampai saat ini, pihak kelurahan tidak memegang anggaran sedikit pun, akibat belum terealisasinya pencairan uang persediaan (UP).
Hal itu mengakibatkan pihak kelurahan sangat kesulitan dalam membiayai operasional untuk memaksimalkan pelayanan. Padahal, banyak kegiatan pemerintah daerah yang mewajibkan masyarakat dari kelurahan untuk ikut serta.
"Untuk membiayai operasional tidak sedikit lurah yang terpaksa ngutang dulu, karena memang sejak awal tahun sampai sekarang kami tidak memegang anggaran sepeserpun," katanya.
Hal senada juga dikatakan Lurah Sampir Rizky Syahputra. Menurutnya, pihak kelurahan sebenarnya sudah mengajukan usulan pencairan UP ke Dinas Pendapatan dan Pengelola Keuangan Daerah (DPPKD) Kabupaten Sumbawa Barat.
Tetapi yang menjadi masalah, dana kelurahan itu masih dititip di DPA kecamatan, karena status kelurahan yang bukan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) tersendiri.
Di satu sisi, kata Rizky, pencairan UP hanya bisa dilaksanakan sekali dalam setahun dan pihak kecamatan sudah lebih dulu mencairkan sebesar Rp47 juta dari total Rp170 juta UP untuk kecamatan dan seluruh kelurahan.
"Yang dicairkan itu hanya untuk kebutuhan kecamatan sendiri, sedangkan kelurahan tidak dapat bagian. Sementara DPPKD Kabupaten Sumbawa Barat tidak bersedia mencairkan lagi karena ketentuannya hanya bisa sekali dalam setahun," katanya.
Ia mengaku persoalan tersebut sudah dikomunikasikan dengan pemerintah daerah melalui sekretaris daerah.
"Kami berharap segera ada solusi agar realisasi UP bisa secepatnya, mengingat keberadaan anggaran itu sangat penting dalam menunjang operasional kelurahan dan pelayanan kepada masyarakat," ujar Rizky. (*)
Pewarta : Eriel Zakariah
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bangkitkan budaya tenun di Desa Mantar KSB, AMMAN raih penghargaan Subroto 2024
14 October 2024 18:19 WIB, 2024
Presiden Jokowi dijadwalkan resmikan smelter AMNT di KSB NTB Senin
22 September 2024 16:20 WIB, 2024
PDGI operasi belasan anak penderita bibir sumbing di Sumbawa dan KSB
08 September 2024 13:02 WIB, 2024
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024