UNESCO Segera Serahkan Sertifikat Pengakuan Babad Diponegoro
Jumat, 20 Maret 2015 8:10 WIB
Mataram, (Antara NTB) - Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Dedi Junaedi mengatakan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) segera menyerahkan sertifikat pengakuan internasional terhadap Babad Diponegoro yang merupakan warisan budaya asli Indonesia.
"Sertifikat pengakuan tingkat Asia Pasifik sudah diperoleh, sekarang kami sedang menunggu penyerahan sertifikat pengakuan internasional," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis.
Dedi berada di Mataram dalam rangka menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Ia mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan seminar menyambut penyerahan sertifikat dari UNESCO terhadap pengakuan Babad Diponegoro.
UNESCO adalah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dedi menambahkan selain Babad Diponegoro, khasanah budaya Indonesia pada zaman dulu yang juga sudah diakui internasional adalah Babad Negarakertagama.
"Babad Negarakertagama dan Babad Diponegoro diakui dunia karena di dalamnya tertuang bagaimana ketatanegaraan dan pemerintahan zaman dulu yang ternyata nenek moyang kita sudah menuliskan itu," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dedi juga meminta kepada masyarakat NTB untuk memberikan informasi jika menemukan atau menyimpan naskah kuno.
Pihaknya akan melakukan survei untuk mengecek keasliannya, kemudian akan dipelihara dan dilestarikan sebagai warisan budaya Indonesia.
Upaya pelestarian naskah kuno milik Indonesia perlu dilakukan agar jangan sampai menjadi hak milik dan hak cipta negara lain.
Pemerintah, kata dia, tentu akan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang menemukan atau menyimpan naskah kuno.
"Memang nilai rupiah kompensasinya mungkin tidak sebanding, tapi kita perlu menjaga dan memelihara khasanah budaya bangsa kita agar tidak diakui negara tetangga," kata Dedi. (*)
"Sertifikat pengakuan tingkat Asia Pasifik sudah diperoleh, sekarang kami sedang menunggu penyerahan sertifikat pengakuan internasional," katanya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis.
Dedi berada di Mataram dalam rangka menyosialisasikan Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan.
Ia mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan mengadakan seminar menyambut penyerahan sertifikat dari UNESCO terhadap pengakuan Babad Diponegoro.
UNESCO adalah Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Dedi menambahkan selain Babad Diponegoro, khasanah budaya Indonesia pada zaman dulu yang juga sudah diakui internasional adalah Babad Negarakertagama.
"Babad Negarakertagama dan Babad Diponegoro diakui dunia karena di dalamnya tertuang bagaimana ketatanegaraan dan pemerintahan zaman dulu yang ternyata nenek moyang kita sudah menuliskan itu," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Dedi juga meminta kepada masyarakat NTB untuk memberikan informasi jika menemukan atau menyimpan naskah kuno.
Pihaknya akan melakukan survei untuk mengecek keasliannya, kemudian akan dipelihara dan dilestarikan sebagai warisan budaya Indonesia.
Upaya pelestarian naskah kuno milik Indonesia perlu dilakukan agar jangan sampai menjadi hak milik dan hak cipta negara lain.
Pemerintah, kata dia, tentu akan memberikan kompensasi kepada masyarakat yang menemukan atau menyimpan naskah kuno.
"Memang nilai rupiah kompensasinya mungkin tidak sebanding, tapi kita perlu menjaga dan memelihara khasanah budaya bangsa kita agar tidak diakui negara tetangga," kata Dedi. (*)
Pewarta : Awaludin
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wabup Bima Irfan bergabung bersama Bupati Ady Mahyudi di retreat Akmil Magelang
27 February 2025 10:21 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024