Legislator harapkan upsus pajale sesuai target
Rabu, 8 April 2015 17:26 WIB
Anggota Komisi II DPRD Sumbawa Barat Abidin Nasar
Sumbawa Barat, (Antara NTB) - Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, mengharapkan gerakan upaya khusus swasembada padi, jagung dan kedelai di daerah berjalan lancar sesuai yang ditargetkan.
"Kami ingin memastikan program tersebut berjalan baik, mengingat ada kenaikan target produksi yang cukup tinggi dalam upaya khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai (Pajale)," kata anggota Komisi II DPRD Sumbawa Barat, Abidin Nasar ketika dihubungi dari Mataram, Rabu.
Hal itu dikatakan pada saa rapat dengar pendapat dengan Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) Sumbawa Barat terkait gerakan Upsus Pajele.
Ia mengungkapkan untuk tahap pertama gerakan Upsus Pajele, Sumbawa Barat mendapat anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp17 miliar.
Komisi II memberi apresiasi kepada jajaran Dishutbuntan Sumbawa Barat yang telah bekerja optimal menyukseskan program tersebut.
Namun pihaknya juga mengingatkan Dishutbuntan untuk memastikan ketersediaan sarana produksi, khususnya pupuk secara tepat waktu dan benih yang berkualitas.
"Pengalaman tahun tahun sebelumnya, pupuk selalu sulit didapat ketika musim tanam. Demikian juga benih, dimana banyak benih berkualitas rendah beredar. Kondisi itu tidak boleh terulang lagi," kata Abidin.
Komisi II, lanjunya, juga meminta Dishutbuntan untuk membangun koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah terkait, seperti Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Sumbawa Barat, terkait optimalisasi pendampingan teknis petani.
Begitu juga dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumbawa Barat, terkait perbaikan jaringan irigasi serta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Perindagkop dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terkait pengamanan harga hasil produksi petani.
"Tidak kalah penting adalah pengawasan agar anggaran yang digelontorkan dalam program upsus tepat sasaran," kata Abidin.
Kepala Dishutbuntan Sumbawa Barat IGB Sumbawanto mengatakan Upsus Pajale di daerahnya dibarengi dengan penambahan target lahan penanaman dan target produksi.
Untuku Upsus tanaman padi, target lahan tanam seluas 19.821 hektare atau naik 10 persen dari luas lahan tanam yang sudah dikelola petani seluas 11.300 hektare.
Sementara target produksi gabah naik menjadi 101.000 ton dari total produksi tahun 2014 sebanyak 85.000 ton.
Sedangkan untuk upsus jagung, target luas lahan tanam yang ditetapkan pemerintah naik menjadi seluas 10.000 hektare dari 6.000 hektar sebelumnya.
"Demikian pula untuk upsus kedelai, target luas lahan tanam ditetapkan menjadi seluas 8.000 hektare dari sebelumnya 1.000 hektare," ucapnya. (*)
"Kami ingin memastikan program tersebut berjalan baik, mengingat ada kenaikan target produksi yang cukup tinggi dalam upaya khusus (Upsus) padi, jagung dan kedelai (Pajale)," kata anggota Komisi II DPRD Sumbawa Barat, Abidin Nasar ketika dihubungi dari Mataram, Rabu.
Hal itu dikatakan pada saa rapat dengar pendapat dengan Dinas Kehutanan, Perkebunan dan Pertanian (Dishutbuntan) Sumbawa Barat terkait gerakan Upsus Pajele.
Ia mengungkapkan untuk tahap pertama gerakan Upsus Pajele, Sumbawa Barat mendapat anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp17 miliar.
Komisi II memberi apresiasi kepada jajaran Dishutbuntan Sumbawa Barat yang telah bekerja optimal menyukseskan program tersebut.
Namun pihaknya juga mengingatkan Dishutbuntan untuk memastikan ketersediaan sarana produksi, khususnya pupuk secara tepat waktu dan benih yang berkualitas.
"Pengalaman tahun tahun sebelumnya, pupuk selalu sulit didapat ketika musim tanam. Demikian juga benih, dimana banyak benih berkualitas rendah beredar. Kondisi itu tidak boleh terulang lagi," kata Abidin.
Komisi II, lanjunya, juga meminta Dishutbuntan untuk membangun koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah terkait, seperti Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BKP5K) Sumbawa Barat, terkait optimalisasi pendampingan teknis petani.
Begitu juga dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumbawa Barat, terkait perbaikan jaringan irigasi serta Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Perindagkop dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terkait pengamanan harga hasil produksi petani.
"Tidak kalah penting adalah pengawasan agar anggaran yang digelontorkan dalam program upsus tepat sasaran," kata Abidin.
Kepala Dishutbuntan Sumbawa Barat IGB Sumbawanto mengatakan Upsus Pajale di daerahnya dibarengi dengan penambahan target lahan penanaman dan target produksi.
Untuku Upsus tanaman padi, target lahan tanam seluas 19.821 hektare atau naik 10 persen dari luas lahan tanam yang sudah dikelola petani seluas 11.300 hektare.
Sementara target produksi gabah naik menjadi 101.000 ton dari total produksi tahun 2014 sebanyak 85.000 ton.
Sedangkan untuk upsus jagung, target luas lahan tanam yang ditetapkan pemerintah naik menjadi seluas 10.000 hektare dari 6.000 hektar sebelumnya.
"Demikian pula untuk upsus kedelai, target luas lahan tanam ditetapkan menjadi seluas 8.000 hektare dari sebelumnya 1.000 hektare," ucapnya. (*)
Pewarta : Hairil Wansa Zakariah
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bangkitkan budaya tenun di Desa Mantar KSB, AMMAN raih penghargaan Subroto 2024
14 October 2024 18:19 WIB, 2024
Presiden Jokowi dijadwalkan resmikan smelter AMNT di KSB NTB Senin
22 September 2024 16:20 WIB, 2024
PDGI operasi belasan anak penderita bibir sumbing di Sumbawa dan KSB
08 September 2024 13:02 WIB, 2024
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024