Presiden ke-6 SBY sampaikan pidato kebudayaan dihadapan senimam dan budayawan
Jumat, 25 Agustus 2023 7:18 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kebudayaan di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (24/8/2023). (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Jakarta (ANTARA) - Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan pidato kebudayaan di hadapan ratusan seniman, budayawan, dan penyandang disabilitas di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (24/8) malam. "Topik yang saya sampaikan adalah mematahkan yang membelenggu kita. Jadi saya akan bicara tentang mitos," kata SBY.
Dia menjelaskan panitia telah bertemu dengannya di Museum SBY-ANI, Pacitan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Panitia meminta agar dia menyumbangkan lukisan untuk dipamerkan dan menyampaikan pidato.
"Ada dua yang dimintakan ke saya, yang pertama agar ikut menyumbangkan lukisan untuk dipamerkan. Itu menurut saya hukumnya wajib. Yang satunya lagi, saya menyampaikan pidato pada malam hari ini. Itu Sunnah, tapi saya penuhi," jelasnya. SBY menyampaikan pidato selama 30 menit pada kegiatan yang dilaksanakan Jogja Disability Arts dan Yayasan Urun Daya Kota itu.
SBY menceritakan bagaimana transformasi dirinya seorang anak desa dari Pacitan, 30 tahun mengabdi sebagai prajurit di TNI, 15 tahun di politik dan pemerintahan, dan sekarang masuk dunia yang baru, yakni seni dan budaya.
Menurut dia, seorang seniman abad 19 dari Rusia namanya Wassily Kandinsky mengatakan dalam dunia seni itu sebetulnya tidak ada salah dan benar, tidak harus seni itu, jangan begini, jangan begitu, atau harus begini harus begitu. "Tetapi kata dia, seni itu bebas, 'The Art is Free'," ujarnya.
Baca juga: Film Mappacci angkat budaya Makassar
Baca juga: Kebudayaan Medan dapat pujian Menkop UKM
Hal itu, kata SBY, menjadi motivasi untuk menggeluti dunia saya yang baru, masuk dalam dunia seni setelah puisi, kemudian seni musik, dan menciptakan lagu. "Saya sekarang belajar dengan serius dan tekun di seni lukis," ungkapnya. SBY menutup pidatonya dengan menyampaikan tiga kunci agar manusia dan masyarakat Indonesia dapat berubah.
Dia menjelaskan panitia telah bertemu dengannya di Museum SBY-ANI, Pacitan, Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Panitia meminta agar dia menyumbangkan lukisan untuk dipamerkan dan menyampaikan pidato.
"Ada dua yang dimintakan ke saya, yang pertama agar ikut menyumbangkan lukisan untuk dipamerkan. Itu menurut saya hukumnya wajib. Yang satunya lagi, saya menyampaikan pidato pada malam hari ini. Itu Sunnah, tapi saya penuhi," jelasnya. SBY menyampaikan pidato selama 30 menit pada kegiatan yang dilaksanakan Jogja Disability Arts dan Yayasan Urun Daya Kota itu.
SBY menceritakan bagaimana transformasi dirinya seorang anak desa dari Pacitan, 30 tahun mengabdi sebagai prajurit di TNI, 15 tahun di politik dan pemerintahan, dan sekarang masuk dunia yang baru, yakni seni dan budaya.
Menurut dia, seorang seniman abad 19 dari Rusia namanya Wassily Kandinsky mengatakan dalam dunia seni itu sebetulnya tidak ada salah dan benar, tidak harus seni itu, jangan begini, jangan begitu, atau harus begini harus begitu. "Tetapi kata dia, seni itu bebas, 'The Art is Free'," ujarnya.
Baca juga: Film Mappacci angkat budaya Makassar
Baca juga: Kebudayaan Medan dapat pujian Menkop UKM
Hal itu, kata SBY, menjadi motivasi untuk menggeluti dunia saya yang baru, masuk dalam dunia seni setelah puisi, kemudian seni musik, dan menciptakan lagu. "Saya sekarang belajar dengan serius dan tekun di seni lukis," ungkapnya. SBY menutup pidatonya dengan menyampaikan tiga kunci agar manusia dan masyarakat Indonesia dapat berubah.
Pewarta : Fauzi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Daftar OPD terinovatif di Dompu, Bupati: harus berdampak nyata ke masyarakat
14 April 2026 10:12 WIB
Mutasi jabatan disorot, Bupati Dompu : On proses tinggal menunggu persetujuan BKN
13 April 2026 9:30 WIB
Kejari Dompu musnahkan sabu 67,11 gram, 965 butir tramadol dan ratusan senjata tajam
09 April 2026 11:30 WIB
Karnaval budaya meriahkan pembuka HUT ke-211 Dompu, ribuan peserta antusias di tengah hujan
01 April 2026 23:05 WIB