Pemerintah Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, mengoptimalkan peran investasi sekaligus mendorong keterbukaan informasi proyek PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Kecamatan Hu’u sebagai upaya memperkuat ekonomi daerah di tengah tekanan fiskal.
Bupati Dompu, Bambang Firdaus, mengatakan transparansi menjadi elemen penting agar pemerintah daerah dapat memahami perkembangan proyek secara utuh dan menjawab berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.
"Informasi ini sangat penting agar kami mengetahui kondisi terkini yang dikerjakan perusahaan sekaligus menepis misinformasi di tengah masyarakat," ujarnya dalam forum berbagi informasi bersama PT STM di ruang rapat bupati, Senin.
Ia menegaskan, pemerintah daerah mendorong agar forum komunikasi antara Pemkab dan pihak perusahaan dapat dilakukan secara rutin, sedikitnya tiga hingga empat kali dalam setahun sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
"Pertemuan rutin ini penting agar informasi aktivitas tambang terus berlanjut dan tidak terputus," katanya.
Menurut Bambang, di tengah keterbatasan fiskal akibat rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat, kehadiran investasi sektor pertambangan menjadi salah satu alternatif penggerak ekonomi daerah.
Proyek STM, lanjutnya, diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan penerimaan daerah melalui pajak, membuka lapangan kerja, serta mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah tambang.
"Optimalisasi peran investasi yang disertai keterbukaan informasi dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus memaksimalkan manfaat ekonomi dari pengelolaan sumber daya alam di daerah," paparnya.
Ia menegaskan, komitmennya untuk memfasilitasi kebutuhan perusahaan sepanjang berada dalam kewenangan daerah, serta mengajak masyarakat untuk mendukung aktivitas proyek tersebut.
Sementara itu, Kepala Teknik Tambang PT STM, Yan Fuadi, menyampaikan bahwa proyek Hu’u yang dikelola perusahaan merupakan salah satu deposit tembaga-emas kelas dunia (Tier-1) dan saat ini masih berada pada tahap pengembangan.
Baca juga: Pemkab Dompu ke PT SMI terkendala administasi
Ia menjelaskan, target produksi tambang diperkirakan berlangsung pada periode 2030 hingga 2032, seiring dengan penyelesaian tahapan studi kelayakan dan persiapan operasional.
Saat ini, perusahaan fokus pada penguatan aspek keselamatan kerja melalui berbagai program, termasuk kegiatan Bulan K3 Nasional, serta memastikan penerapan standar lingkungan yang ketat dan kepatuhan terhadap regulasi.
Baca juga: Bupati-Wabup Dompu membantah isu disharmoni, tegaskan hubungan tetap solid
"STM mengutamakan keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta kolaborasi dengan masyarakat untuk memastikan operasi berjalan aman dan bertanggung jawab," ujarnya.
Selain itu, perusahaan juga memaparkan aspek perizinan, kondisi sosial wilayah operasional, serta perkembangan program pemberdayaan masyarakat.
Forum diskusi berlangsung interaktif dengan peserta dari unsur pemerintah daerah dan manajemen perusahaan yang saling bertukar informasi serta memberikan masukan terkait perkembangan proyek.
Pewarta : Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026