Kapolda NTB: Bharada Efendi masih kritis
Kamis, 18 Februari 2016 7:43 WIB
Ilustrasi - Polisi berjaga di lokasi penggerebekan teroris. (1)
Mataram (Antara NTB) - Anggota BKO tim Densus 88/Antiteror Mabes Polri dari Satuan Brimob Subden A Bima, Nusa Tenggara Barat, Bharada Efendi, yang tertembak dalam penggerebekan terduga teroris FJ di Kelurahan Penatoi pada Senin (15/2), masih dalam kondisi kritis.
Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono kepada wartawan di Mataram, Rabu, mengatakan sudah melihat kondisi kesehatan anak buahnya pascaoperasi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali.
"Kemarin kabarnya masih kritis, saya kesana pas selesai operasinya, jadi peluru itu berhenti di dinding jantung, menerobos paru-paru," kata Brigjen Pol Umar Septono.
Hal itu dipastikannya setelah melihat kondisi Bharada Efendi di ruang perawatan RSUP Sanglah Denpasar. Kapolda NTB melihat anak buahnya masih menggunakan alat bantuan pernafasan dan bekas luka jahitan yang panjangnya mencapai sepuluh centimeter di bagian dada samping sebelah kiri.
"Sampai sekarang masih pakai alat bantuan pernafasan, kita doakan saja semoga kondisinya cepat membaik," ujar Umar Septono.
Bharada Efendi yang berasal dari Desa Nata Kecamatan Belo Kabupaten Bima itu tertembak saat ditugaskan sebagai BKO dari Satbrimob Subden A Bima untuk membantu tim Densus 88/Antiteror Mabes Polri menangkap FJ.
Dia terkena luka tembak di bagian lengan kirinya hingga menembus bagian dada samping sebelah kiri yang tidak terlindungi oleh rompi anti peluru. Akibatnya, Bharada Efendi langsung dievakuasi ke RSUD Bima.
Namun karena pihak RSUD Bima tidak mampu menangani luka tembaknya, Bharada Efendi langsung diberangkatkan ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan penanganan medis. (*)
Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono kepada wartawan di Mataram, Rabu, mengatakan sudah melihat kondisi kesehatan anak buahnya pascaoperasi di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah, Denpasar, Bali.
"Kemarin kabarnya masih kritis, saya kesana pas selesai operasinya, jadi peluru itu berhenti di dinding jantung, menerobos paru-paru," kata Brigjen Pol Umar Septono.
Hal itu dipastikannya setelah melihat kondisi Bharada Efendi di ruang perawatan RSUP Sanglah Denpasar. Kapolda NTB melihat anak buahnya masih menggunakan alat bantuan pernafasan dan bekas luka jahitan yang panjangnya mencapai sepuluh centimeter di bagian dada samping sebelah kiri.
"Sampai sekarang masih pakai alat bantuan pernafasan, kita doakan saja semoga kondisinya cepat membaik," ujar Umar Septono.
Bharada Efendi yang berasal dari Desa Nata Kecamatan Belo Kabupaten Bima itu tertembak saat ditugaskan sebagai BKO dari Satbrimob Subden A Bima untuk membantu tim Densus 88/Antiteror Mabes Polri menangkap FJ.
Dia terkena luka tembak di bagian lengan kirinya hingga menembus bagian dada samping sebelah kiri yang tidak terlindungi oleh rompi anti peluru. Akibatnya, Bharada Efendi langsung dievakuasi ke RSUD Bima.
Namun karena pihak RSUD Bima tidak mampu menangani luka tembaknya, Bharada Efendi langsung diberangkatkan ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan penanganan medis. (*)
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Densus 88 tangkap tiga terduga teroris di Banyuwangi Jatim dan Bima NTB
04 June 2023 17:55 WIB, 2023
Mori Minta Penegak Hukum Kedepankan Persuasif Tangkal Radikalisme di Bima
19 June 2017 20:29 WIB, 2017
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Saksi sidang korupsi Poltekkes Mataram mengungkap ada barang tak berguna
04 January 2024 17:48 WIB, 2024