Kuliner ayam sentul harus terus populer di pasaran
Rabu, 25 Oktober 2023 6:16 WIB
Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra saat memberikan sambutan acara Lomba Masak Pameran Ayam Sentul di Gedung TP-PKK Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Selasa (24/10/2023). (ANTARA/HO-Humas Pemkab Ciamis)
Ciamis (ANTARA) - Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra menyatakan kuliner ayam sentul sebagai ciri khas dari Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, harus terus populer di pasaran yang tidak hanya dilakukan pemerintah melainkan semua elemen masyarakat, termasuk peternak, dan pelaku usaha kuliner, sehingga bisa meningkatkan perekonomian daerah.
"Semua pihak untuk menjaga dan melestarikan yang menjadi ikon Ciamis yaitu ayam sentul, mari kita gelorakan ayam khas Ciamis menjadi primadona di Tatar Galuh dan populer di dunia luar dengan gerakan bersama 'sentoelkeun'," kata Yana D Putra saat acara Lomba Masak Pameran Ayam Sentul di Gedung TP-PKK Kabupaten Ciamis, Selasa.
Ia menuturkan, ayam sentul merupakan khas dari Ciamis yang sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Pertanian RI sebagai ayam rumpun Indonesia asal Ciamis.
Tahun 1980-1990an, kata dia, Ciamis merupakan sentra ayam, khususnya ayam ras yang dikenal dengan ayam sentul, tahun tersebut menjadi puncak kejayaan dalam industri ayam sentul, kemudian berjalannya waktu terjadi penurunan.
Ia mengatakan adanya keistimewaan pada ayam sentul itu maka Pemkab Ciamis berupaya mempopulerkan kembali ayam sentul agar menjadi produk kuliner yang khas dari Ciamis dan bisa dipasarkan ke berbagai daerah. Menurut dia salah satu kegiatan masak dan pameran ayam sentul itu bisa mengangkat kembali kuliner khas Ciamis yaitu menyajikan menu kuliner ayam sentul.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengangkat kembali ayam sentul seperti pada tahun 80-90-an," katanya.
Ia menyampaikan Pemkab Ciamis tidak hanya menggelar kegiatan lomba masak untuk mempopulerkan kembali ayam sentul, melainkan ada program lainnya yang tujuannya berkomitmen meningkatkan industri ayam khas Ciamis mulai dari hulu sampai hilir.
Selain itu, kata dia, seluruh pengelola rumah makan yang ada di Kabupaten Ciamis untuk selalu menyediakan atau memasukkan ayam sentul sebagai menu khas dari daerah Ciamis.
"Populasi ayam sentul saat ini cenderung belum stabil dan belum populer secara luas di semua kalangan baik di sektor hulu yaitu budidaya maupun sektor hilir baik itu pengolahan maupun pemasaran ternak berikut produk olahannya, untuk itu, diperlukan upaya pengembangan ayam sentul lebih lanjut ke depan," kata Yana.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Ani Supiani menambahkan, strategi pengembangan ayam sentul melibatkan kerja sama berbagai pihak, termasuk akademisi, media, lembaga-lembaga, pemerintah, dan perbankan.
Ayam sentul, kata dia, merupakan ayam khas genetik Ciamis yang perlu dilestarikan dan terus dikembangkan produktivitasnya yang saat ini baru 300 sampai 400 ekor setiap sepekan untuk memasok kebutuhan pasar lokal.
"Pemasaran masih lokalan, keluar paling ke Banjar (daerah tetangga) sama Subang (kabupaten di Jawa Barat), per Minggu 300-400 ekor," katanya.
Ia menyampaikan pemerintah daerah selama ini terus berupaya meningkatkan produktivitas ayam sentul agar bisa memenuhi kebutuhan pasar lebih luas. Selain itu, lanjut dia, upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konsumsi dan menjaga ciri khas kuliner Ciamis maka seluruh rumah makan diimbau selalu menyediakan menu ayam sentul.
Baca juga: Gempa Garut dirasakan hingga Pangandaran, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis
Baca juga: "Etalase Kampung Sunda" bakal dibangun Unpas-Paguyuban Pasundan
"Semua rumah makan di Kabupaten Ciamis diimbau menyediakan menu ayam sentul, harapannya semua orang tahu ayam sentul itu ada dan itu khas Ciamis, sehingga ayam sentul di Ciamis kembali berjaya," katanya.
"Semua pihak untuk menjaga dan melestarikan yang menjadi ikon Ciamis yaitu ayam sentul, mari kita gelorakan ayam khas Ciamis menjadi primadona di Tatar Galuh dan populer di dunia luar dengan gerakan bersama 'sentoelkeun'," kata Yana D Putra saat acara Lomba Masak Pameran Ayam Sentul di Gedung TP-PKK Kabupaten Ciamis, Selasa.
Ia menuturkan, ayam sentul merupakan khas dari Ciamis yang sudah ditetapkan melalui Surat Keputusan Kementerian Pertanian RI sebagai ayam rumpun Indonesia asal Ciamis.
Tahun 1980-1990an, kata dia, Ciamis merupakan sentra ayam, khususnya ayam ras yang dikenal dengan ayam sentul, tahun tersebut menjadi puncak kejayaan dalam industri ayam sentul, kemudian berjalannya waktu terjadi penurunan.
Ia mengatakan adanya keistimewaan pada ayam sentul itu maka Pemkab Ciamis berupaya mempopulerkan kembali ayam sentul agar menjadi produk kuliner yang khas dari Ciamis dan bisa dipasarkan ke berbagai daerah. Menurut dia salah satu kegiatan masak dan pameran ayam sentul itu bisa mengangkat kembali kuliner khas Ciamis yaitu menyajikan menu kuliner ayam sentul.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mengangkat kembali ayam sentul seperti pada tahun 80-90-an," katanya.
Ia menyampaikan Pemkab Ciamis tidak hanya menggelar kegiatan lomba masak untuk mempopulerkan kembali ayam sentul, melainkan ada program lainnya yang tujuannya berkomitmen meningkatkan industri ayam khas Ciamis mulai dari hulu sampai hilir.
Selain itu, kata dia, seluruh pengelola rumah makan yang ada di Kabupaten Ciamis untuk selalu menyediakan atau memasukkan ayam sentul sebagai menu khas dari daerah Ciamis.
"Populasi ayam sentul saat ini cenderung belum stabil dan belum populer secara luas di semua kalangan baik di sektor hulu yaitu budidaya maupun sektor hilir baik itu pengolahan maupun pemasaran ternak berikut produk olahannya, untuk itu, diperlukan upaya pengembangan ayam sentul lebih lanjut ke depan," kata Yana.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Ani Supiani menambahkan, strategi pengembangan ayam sentul melibatkan kerja sama berbagai pihak, termasuk akademisi, media, lembaga-lembaga, pemerintah, dan perbankan.
Ayam sentul, kata dia, merupakan ayam khas genetik Ciamis yang perlu dilestarikan dan terus dikembangkan produktivitasnya yang saat ini baru 300 sampai 400 ekor setiap sepekan untuk memasok kebutuhan pasar lokal.
"Pemasaran masih lokalan, keluar paling ke Banjar (daerah tetangga) sama Subang (kabupaten di Jawa Barat), per Minggu 300-400 ekor," katanya.
Ia menyampaikan pemerintah daerah selama ini terus berupaya meningkatkan produktivitas ayam sentul agar bisa memenuhi kebutuhan pasar lebih luas. Selain itu, lanjut dia, upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konsumsi dan menjaga ciri khas kuliner Ciamis maka seluruh rumah makan diimbau selalu menyediakan menu ayam sentul.
Baca juga: Gempa Garut dirasakan hingga Pangandaran, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis
Baca juga: "Etalase Kampung Sunda" bakal dibangun Unpas-Paguyuban Pasundan
"Semua rumah makan di Kabupaten Ciamis diimbau menyediakan menu ayam sentul, harapannya semua orang tahu ayam sentul itu ada dan itu khas Ciamis, sehingga ayam sentul di Ciamis kembali berjaya," katanya.
Pewarta : Feri Purnama
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekolah rusak diterjang banjir, Wabup Sumbawa Barat instruksikan OPD bergerak cepat
25 February 2026 23:36 WIB
Kakak mantan Wabup Sumbawa Barat Fakhruddin dilantik jadi anggota DPRD NTB
12 February 2026 20:53 WIB
Tak cukup susu, Wabup Lombok Barat dorong pendampingan total keluarga stunting
05 February 2026 16:23 WIB
Wabup Nursiah ingatkan pengunjung tetap jaga kebersihan wisata di Lombok Tengah
01 January 2026 11:12 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024