Jakarta (ANTARA) - Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI) tengah melakukan penelitian terkait penggunaan obat oles herbal bagi penderita cacar monyet (Monkeypox).
 

"Adanya riwayat pengalaman empiris secara tradisional dari jaman dulu nenek moyang itu ada memang pengobatan yang namanya lontar Kacacar. Itu memang ada obat herbal yang bisa dioleskan pada orang yang menderita cacar jenis apapun," kata Ketua Umum PDPOTJI Inggrid Tania saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan bahwa pada tahap awal penelitain, PDPOTJI terus memahami kitab pengobatan kuno dari lontar Kacacar, untuk nantinya akan dikembangkan dan diteliti lebih lanjut menjadi obat topikal atau obat yang bisa dioleskan pada lesi-lesi cacar monyet.

Menurutnya, dalam kitab lontar tersebut dijelaskan secara detail bagaimana cara membuat ramuan dan menggunakan hasil dari obat-obatan herbal yang telah dibuat untuk mengobati cacar atau Smallpox.

"Ternyata ramuan ini dulu dipakai untuk kasus cacar (Smallpox) dan ini kemungkinan juga bisa saja dipakai pada kasus Monkeypox, seperti halnya antivirus pada Smallpox yang dipakai untuk Mpox, demikian juga pada obat herbal," ujarnya.

Lontar Kacacar menyebutkan terdapat 75 jenis tanaman herbal yang bisa digunakan untuk menyembuhkan gejala pada cacar, khususnya yang berkaitan dengan ruam merah atau lesi. Ia mengatakan bahwa dalam kitab itu secara rinci dijelaskan penggunaan jenis tanaman yang cocok dan disesuaikan dengan gejala-gejala yang dialami ketika terinfeksi.

"Mereka membedakan dari gejala-gejala yang seperti apa, misalnya sudah timbul krusta, maka kalau sudah timbul krusta herbalnya pun ada herbal yang dipakai, kemudian cara membuatnya bagaimana, dilumatkan, direbus, bahkan secara tradisional ada yang dipakai secara topikal atau dioleskan," ucapnya.

Hadirnya catatan dari lontar Kacacar, menurut dia, menjadi informasi yang sangat berharga bagi PDPOTJI untuk melakukan pengembangan pengobatan tradisional, khususnya cacar monyet. Penggunaan obat herbal yang bisa dipakai dengan cara dioleskan atau topikal di lesi-lesi kulit pada orang yang terkena cacar monyet, menurutnya, harus dilakukan dengan sangat higienis.

"Sedikit saja tidak higienis dalam menyiapkan dan mengoleskannya, maka malah justru bisa memicu timbulnya infeksi sekunder, menimbulkan infeksi bakteri," katanya.

Baca juga: Penularan cacar monyet melalui percikan ludah
Baca juga: Cacar monyet di Indonesia bertambah jadi 27 kasus

Ia pun mengatakan bahwa, hingga saat ini penggunaan obat herbal jenis oles untuk lesi cacar monyet belum dianjurkan, hingga nantinya ditemukan atau adanya hasil penelitian yang secara resmi menyatakan bahwa obat oles herbal Mpox aman digunakan.

"Termasuk juga nanti penelitian cara membuatnya, dan aturan penggunaanya," kata Inggrid.

 


Pewarta : Cahya Sari
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024