Mataram (Antara NTB) - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Mataram tahun 2018 diperkirakan turun sebesar Rp11,3 miliar lebih dibandingkan APBD 2017.
Sekretaris Daerah Kota Mataram H Effendi Eko Saswito di Mataram, Kamis, mengatakan, dalam pembahasan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) 2018, RAPBD Kota Mataram direncanakan sebesar Rp1.363.118.495.000.
"Angka tersebut menunjukkan penurunan sebesar Rp11,3 miliar atau sekitar 0, 82% dari APBD Kota Mataram tahun 2017. Secara garis besar penurunan terjadi hampir di semua organisasi perangkat daerah (OPD)," katanya.
Dalam rapat pembahasan KUA PPAS itu, menurut sekda, penurunan tersebut berpengaruh pada anggaran yang ada di masing-masing OPD, yang rata-rata mengalami pengurangan atau penyesuaian dari angka yang ada pada pagu anggaran yang telah direkapitulasi.
"Pagu anggaran OPD yang telah direkap sebesar 205,94 persen. Itu belum bisa kita penuhi," katanya.
Dikatakan, dari postur anggaran tahun 2018, direncanakan untuk belanja langsung sebesar 58,54 persen sementara belanja tidak langsung sebesar 41,46 persen.
Dibandingkan dengan pagu anggaran yang telah direkapitulasi, terdapat total defisit sebesar Rp37 miliar yang menyebabkan belum terakomodasinya beberapa kebijakan-kebijakan prioritas.
Untuk menutupi defisit, Pemerintah Kota Mataram akan melakukan penyesuaian dan rasionalisasi diantaranya adalah rasionalisasi anggaran biaya perjalanan dinas dan rasionalisasi biaya tak terduga.
"Selain itu, kita melakukan efisiensi pengadaan kendaraan dinas roda dua, penetapan standar harga untuk pengadaan komputer dan laptop, pengurangan anggaran PTT dari 13 bulan menjadi 12 bulan serta peningkatan target pendapatan," ujarnya.
Pembahasan KUA PPAS itu dihadiri semua kepala OPD se-Kota Mataram, dihadiri juga oleh Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang dan Asisten II Setda Kota Mataram Wartan. (*)
RAPBD Mataram Diperkirakan Turun Rp11,3 Miliar
Kamis, 9 November 2017 21:06 WIB
Pewarta : Nirkomala
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Yayasan Puri Kauhan Ubud umumkan ide karya terbaik kompetisi seni pertunjukan dengan inovasi teknologi
05 September 2025 5:34 WIB
Konferprov PWI Bali 2025 secara aklamasi memilih Dira Arsana sebagai Ketua PWI periode 2025-2029
31 May 2025 7:19 WIB
Sinergi PKT BISA dongkrak produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani Magetan
20 May 2025 18:55 WIB
Pemilik tanah Gnyadnya minta keadilan peralihan tanahnya dipecah jadi 26 sertifikat
03 February 2025 20:22 WIB, 2025
Demplot Pupuk Kaltim di Jombang, hasil padi petani capai 9,2 ton per hektare
04 September 2024 15:31 WIB, 2024
Suara legislator, Reni Astuti sarankan ada peta banjir digital di Surabaya
27 February 2024 8:04 WIB, 2024