Mataram (Antaranews NTB) - Masyarakat di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat hingga kini masih mempertahankan adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun dari leluhur, salah satunya berupa ritual "Empas Menanga Mual".

Tradisi tersebut merupakan kegiatan yang berhubungan dengan masalah pelestarian lingkungan hidup. Acara ini dilaksanakan di muara sungai yang disebut dengan nama Menanga Mual di Desa Akar-Akar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

Akar-Akar yang masuk wilayah Kecamatan Bayan merupakan nama sebuah desa dan yang terkenal di seantero nusantara bahkan hingga ke mancanegara, karena komunitas adat yang tinggal di desa itu masih tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan dan melaksanakan ritual adat-istiadat.
 
Dalam hal ini termasuk hukum adat yang mengatur dan mengikat secara keseluruhan komunitas adat. Hukum adat juga mengatur hubungan antarmasyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan alam lingkungannya, dan masyarakat dengan Tuhannya.

Salah satu implementasi dari ritual adat tersebut adalah acara Pesona Budaya Ritual Adat Empas  Menanga Mual yang dipusatkan di Akar-Akar, Kecamatan Bayan.

Ritual adat ini merupakan kearifan lokal dalam rangka melestarikan alam dan lingkungan terutama bagaimana sumber mata air dan sungai tetap dapat dipelihara dengan baik.

"Melalui kegiatan rutin yang kita lakukan ini mari kita selalu memegang teguh prinsip 'mempolong' dan 'merenten', sehingga setiap permasalahan baik adat ataupun tidak akan dapat kita selesaikan dengan baik," kata Bupati Lombok Utara DR H Najmul Ahyar SH MH pada acara Ritual Empas Menangan Mual di Desa Akar-Akar, Rabu.
 
Najmul Ahyar sangat mengapresiasi agenda tahunan yang terus digelar masyarakat Desa Akar-Akar sebagai komitmen dalam melestarikan lingkungan

"Tentunya kita bersukur kepada Allah atas rahmat yang diberikan khususnya kepada masyarakat Akar-akar dan Lombok Utara pada Umumnya," Katanya.

Najmul Ahyar berharap masyarakat mampu memelihara dan melestarikan adat dan budaya lokal, sehingga ke depan selain dapat dinikmati oleh anak cucu juga akan dapat menjadi atraksi wisata yang menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.

Pada acara tersebut Bupati Lombok Utara DR H Najmul Ahyar SH MH melepas 10.000 ekor ke sungai di sekitar Menangan Mual, sementara pada tahun sebelumnya sebanyak 5.000 ekor. Pelepasan benih ikan ini diharapkan kedepannya akan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

"Karena itu mari kita jaga dan kita pelihara apa yang telah kita pertahankan ini sehingga dapat terus berkelanjutan," katanya.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Lombok Utara Sarifudin SH MH, sejumlah pejabat dan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan juga masyarakat yang ada di Akar-akar.(*)



Pewarta : Masnun
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2024