BPS: Impor NTB turun 59,17 persen pada Juni 2024
Seorang pekerja berdiri dekat poster proyek pembangunan smelter PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Dusun Otak Keris, Maluk, Sumbawa Barat, NTB, Selasa (20/6/2023). Progres total pencapaian pembangunan smelter AMNT hingga Januari 2023 sebesar 51,63 persen dan diperkirakan commissioning smelter akan dilakukan pada Juli 2024 dan beroperasi dengan kapasitas 60 persen di Desember 2024. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.
Kepala BPS Nusa Tenggara Barat Wahyudin di Mataram, Senin, mengatakan nilai impor di Nusa Tenggara Barat pada Mei 2024 mencapai 98,88 juta dolar AS.
"Kebutuhan untuk smelter tinggal sedikit lagi yang diimpor karena sebelumnya banyak barang impor sudah masuk untuk kebutuhan smelter," ujarnya.
Wahyudin menuturkan impor Nusa Tenggara Barat pada bulan lalu berasal dari Jepang sebanyak 55,49 persen, Amerika Serikat 9,17 persen, Australia 8,09 persen, Singapura 6,62 persen, China 5,58 persen, dan negara lainnya sebesar 15,05 persen.
Baca juga: Belum ada beras impor masuk di NTB
Kelompok impor dengan nilai terbesar adalah karet dan barang dari karet sebanyak 48,27 persen, mesin-mesin atau pesawat mekanik 35,86 persen, kendaraan dan bagiannya 5,42 persen, serta mesin dan peralatan listrik sebanyak 4,02 persen.
"Komoditas yang Nusa Tenggara Barat impor sebagian besar untuk kebutuhan di tambang, baik untuk penambangan maupun smelter," kata Wahyudin.
"Impor karet dan barang dari karet berupa ban kendaraan untuk operasional tambang dengan diameter mencapai tiga meter," imbuhnya.
BPS mencatat semua aktivitas bongkar komoditas impor terjadi di Pelabuhan Benete yang berlokasi di Sumbawa Barat. Hal itu menandakan bahwa barang-barang impor memang untuk kebutuhan tambang mineral di wilayah tersebut.
Baca juga: Nilai ekspor NTB pada Februari 2024 meningkat
Baca juga: Pemda tidak ada opsi beras impor masuk NTB
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPK menduga oknum Bea Cukai terima Rp7 miliar per bulan dari Blueray Cargo
06 February 2026 5:25 WIB
Direktur Karyuliarto klaim kebijakan impor LNG dari AS tidak rugikan negara
23 January 2026 7:45 WIB
Terpopuler - Kota Mataram
Lihat Juga
Tak mau kecolongan, Mataram bangun menara pantau peringatan dini bencana di pantai
06 February 2026 17:29 WIB
Bapanas pastikan harga pangan di NTB stabil jelang Imlek, Ramadhan, dan Lebaran 2026
05 February 2026 5:10 WIB
Mataram sambut Ramadhan, Warga bisa beli pangan murah langsung dari distributor
04 February 2026 14:37 WIB