Acara "nyongkolan" biang kemacetan
Selasa, 26 Februari 2019 13:10 WIB
Ilustrasi - Nyongkolan di Lombok (Ist)
Mataram (Antaranews NTB) - Acara adat 'Nyongkolan" menjadi biang kemacetan setiap akhir pekan di sejumlah ruas jalan di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat.
Dalam acara itu, warga tumplek di jalanan hanya menyisakan satu lajur kendaraan sehingga sering membuat kesal para pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Atau pengendara kendaraan harus berhati-hati jika tidak ingin menyenggol para peserta acara adat tersebut.
Dalam laman Diskominfo Lombok Barat, menyebutkan, Amak Masdan, salah satu pengendara yang baru pulang diri Mataram ke Praya mengeluhkan, seandainya jalan di Kediri di buat dua jalur mungkin tidak seperti ini setiap kali ada acara adat nyongkolan.
Hal serupa disampaikan Adam, warga Dasan Agung, yang sering menjelaskan kepada rekan-rekannya yang berasal dari luar Pulau Lombok, jangan heran jika menemukan kemacetan akibat acara Nyongkolan.
"Tamu yang datang dari luar Lombok pasti kaget dengan kemacetan itu, kebayang saja satu lajur jalan ada beberapa acara nyongkolan pada akhir pekan," katanya.
Nyongkolan adalah sebuah kegiatan adat yang menyertai rangkaian acara dalam prosesi perkawinan pada suku sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. kegiatan ini berupa arak-arakan kedua mempelai dari rumah mempelai pria ke rumah mempelai wanita, dengan diiringi keluarga dan kerabat mempelai pria, memakai baju adat.
Dalam acara itu, warga tumplek di jalanan hanya menyisakan satu lajur kendaraan sehingga sering membuat kesal para pengendara kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Atau pengendara kendaraan harus berhati-hati jika tidak ingin menyenggol para peserta acara adat tersebut.
Dalam laman Diskominfo Lombok Barat, menyebutkan, Amak Masdan, salah satu pengendara yang baru pulang diri Mataram ke Praya mengeluhkan, seandainya jalan di Kediri di buat dua jalur mungkin tidak seperti ini setiap kali ada acara adat nyongkolan.
Hal serupa disampaikan Adam, warga Dasan Agung, yang sering menjelaskan kepada rekan-rekannya yang berasal dari luar Pulau Lombok, jangan heran jika menemukan kemacetan akibat acara Nyongkolan.
"Tamu yang datang dari luar Lombok pasti kaget dengan kemacetan itu, kebayang saja satu lajur jalan ada beberapa acara nyongkolan pada akhir pekan," katanya.
Pewarta : Antara
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menag Nasaruddin menilai Harmoni Imlek lekat dengan spiritual dan budaya Nusantara
01 March 2026 7:39 WIB
Cetak akademisi unggul, S2 STKIP Tamsis Bima bangun budaya riset sejak awal
28 February 2026 20:21 WIB
Tradisi vs modernisasi: Lombok Utara fokus musrenbang untuk pelestarian budaya
27 February 2026 13:43 WIB
Merawat demokrasi dari hal-hal yang sederhana: Refleksi budaya kerja Bawaslu Dompu
26 February 2026 14:13 WIB
Museum NTB diundang ke Australia, Wastra Lombok tembus panggung Internasional
25 February 2026 19:40 WIB
Konjen Inodonesia Noumea: Peringatan 130 tahun jaga identitas, budaya Jawa
17 February 2026 20:16 WIB