Mataram (ANTARA) - Sepandai pandai tupai melompat pasti akan terjatuh. Mungkin ini yang di alami dua oknum kepala desa (Kades) di kabupaten Lombok Timur, yang kasus perselingkuhan dengan istri orang viral di media sosial (medsos) .

Viralnya kasus ini, lantaran pelakunya merupakan tokoh masyarakat yang mestinya menjadi panutan warga. Kedua oknum kades tersebut ada di Kecamatan Sakra Barat dan Kecamatan Terara 

Kepala dinas Pemerintah Masyarakat Desa (PMD) kabupaten Lombok Timur Salmun Rahman, Senin saat dikonfirmasi tak menampik adanya isu terkait dugaan adanya dua oknum kades yang viral di media sosial, terkait kasus perselingkuhan dengan istri orang.

Namun pihaknya belum mendapat laporan secara tertulis terkait kasus tersebut.

" Kalau informasi saya dapatkan, tetapi laporan tertulis tidak ada hingga saat ini,' ucapnya.

Baca juga: FKD Lombok Timur siapkan pendampingan hukum kades yang dilaporkan terkait dana desa

Terkait sikap Pemkab terutama dinas PMD terkait kasus ini, menurut Salmun, pihaknya jelas sangat menyayangkan terjadinya kasus tersebut, apalagi sampai vilal di media sosial, namun, terkait sikap tindakan, menunggu laporan tertulis, sebagaimana berlaku dalam hukum ketatanegaraan dan administrasi , sehingga hal ini menjadi tugas dari badan Permusyawatan Desa (BPD) desa setempat, menyikapi kasus dugaan perselingkuhan kedua oknum kepala desa tersebut. 

" Kita tunggu sikap dari BPD masing masing desa menyikapi dugaan kasus yang menimpaku oknum kades, supaya ada menjadi dasar kita menindak lanjuti dugaan kasus tersebut," katanya .

Ia mengaku, kalau kasus dugaan tersebut benar adanya, dirinya sangat menyayangkan hal itu terjadi.

" Semestinya menjadi pejabat desa menjadi pengayom yang baik, tak melakukan perbuatan tercela," katanya.

Baca juga: Kejaksaan ingatkan kades di Lombok Timur tidak mainkan anggaran desa
Baca juga: Sebanyak 88 Kades di Lombok Timur kembali dilantik


Pewarta : Dimyati
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026