Lombok Timur (ANTARA) - Bupati Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Haerul Warisin mengatakan indikator makro pembangunan manusia (IPM) di 2025 sebesar 72,35 persen atau naik 0,87 poin dari tahun sebelumnya.
"IPM Lombok Timur naik 0,87 poin di 2025," kata Haerul Warisin saat acara kegiatan konsultasi publik rancangan awal Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2027 di Lombok Timur, Kamis.
Sementara usia harapan hidup masyarakat di Lombok Timur mencapai 72,29 tahun. Artinya, harapan hidup di Lombok Timur masih tergolong bagus dan mengalami peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun.
"Selanjutnya harapan lama sekolah 14,08 persen dengan rata-rata lama sekolah 7,71 tahun. Pengeluaran perkapita menyentuh angka Rp 10,851 juta per tahun," katanya.
Baca juga: Pj Bupati: Ponpes penyumbang peningkatan IPM di Lombok Timur
Ia mengatakan dalam lingkup Provinsi NTB, IPM Lombok Timur masih di peringkat ke tujuh. Kendati demikian, Bupati meminta tidak berkecil hati, karena jumlah penduduk Lombok Timur jauh lebih besar dibanding daerah lainnya di NTB.
"Kani syukuri, sambil tetap berupaya supaya bisa di posisi enam dan seterusnya," ujarnya.
Di sisi lain, persentase penduduk miskin di Lombok Timur 2025 sebesar 13,53 persen turun 0,98 persen dari 14,51 persen.
Baca juga: Pemkab Lombok Timur fokus meningkatkan IPM
Sementara itu garis kemiskinan meningkat, pada posisi Rp 602.564 per kapita per bulan, lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 583.967 dengan indeks kedalaman kemiskinan sebesar 2,46 persen, menurun dari tahun sebelumnya 2,66 persen.
"Sedangkan indeks keparahan kemiskinan sebesar 0,61 menurun dari tahun sebelumnya sebesar 0,77 persen," katanya.
Bupati Haerul meminta kepada seluruh peserta untuk memantapkan kembali apa yang menjadi RKPD. Semua harus berperan memberikan masukan, sehingga menghasilkan RKPD yang lebih baik.
"Ini kesempatan memberikan masukan, sehingga apa yang menjadi harapan kita bersama, Lombok Timur akan semakin maju dapat sama-sama dicapai. Semua stakeholder berpikir untuk pembangunan dan kemajuan. Tidak ada keberhasilan yang baik dan maju, tanpa perencanaan yang matang," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026