Lombok Tengah (ANTARA) - PT Pertamina (Persero) membantu pembangunan Klinik Asy-Syifa Qomarul Huda di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, sebagai bentuk komitmen melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) pilar sosial.
Pembangunan Klinik Asy-Syifa Qomarul Huda ini menjawab kebutuhan akan fasilitas kesehatan yang meningkat, seiring pesatnya pertumbuhan pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Lebih dari 1,2 juta wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung ke Lombok setiap tahun, menjadikan layanan kesehatan sebagai elemen penting dalam menunjang kenyamanan dan keselamatan wisatawan serta masyarakat lokal.
Pertamina menggandeng masyarakat dan pemerintah daerah untuk menghadirkan klinik ini, sebagai bentuk dukungan terhadap Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI Nomor 4, yakni memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, kesehatan, teknologi, dan kesetaraan sosial.
Baca juga: Pertamina Jamin Stok BBM LPG di NTB Aman Saat Libur Tahun Baru Islam
Peresmian Klinik Asy Syifa dilakukan pada 8 Juli 2025 oleh Komisaris Utama Pertamina, Mochamad Iriawan, didampingi oleh Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dan pengurus Yayasan Pondok Pesantren Qamarul Huda. Acara ini juga dihadiri jajaran Dewan Komisaris Pertamina dan pejabat Pemerintah Daerah NTB.
Dalam sambutannya, Mochamad Iriawan menegaskan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan, khususnya di daerah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas.
"Akses terhadap layanan kesehatan yang layak adalah hak setiap warga negara. Klinik ini diharapkan tak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga nilai sosial dan spiritual bagi masyarakat sekitar," katanya.
Baca juga: Pertamina bersama Selvi Gibran latih UMKM NTB soal branding dan foto produk
Sementara itu, Direktur Utama Klinik Asy-Syifa Qamarul Huda, Dr. H. Menap, M.Kes, menyebut klinik ini sebagai salah satu fasilitas kesehatan terlengkap di Pulau Lombok.
"Fasilitas yang tersedia mencakup ruang IGD, ruang tindakan umum, poli dokter umum dan spesialis, apotek, laboratorium, ruang rekam medis, ruang laktasi, ruang rawat inap, hingga poli khitan," jelasnya.
Tenaga medis yang akan melayani pasien juga merupakan putra daerah Lombok, yang terdiri dari dokter umum dan dokter spesialis.
Baca juga: Pertamina pastikan pasokan energi NTB aman dan tercukupi jelang Idul Adha
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menambahkan bahwa Klinik Asy-Syifa juga difungsikan sebagai lokasi rujukan bagi karyawan Pertamina Group yang berada di wilayah NTB. Klinik ini telah terdaftar dalam sistem BPJS, sehingga masyarakat bisa memperoleh layanan kesehatan berkualitas dengan biaya terjangkau.
"Kami berharap keberadaan Klinik Asy-Syifa Qomarul Huda ini bisa menjadi energi baru untuk masyarakat dan wisatawan, terutama dalam mendukung kesehatan di wilayah NTB," kata Fadjar.
Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina juga menegaskan dukungannya terhadap target Net Zero Emission 2060 dengan terus mengembangkan program-program sosial yang berdampak langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Seluruh inisiatif ini merupakan bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap lini bisnis dan operasi Pertamina.
Baca juga: Dukungan Tim Lamborghini di GT3 World Challenge Asia 2025 di Mandalika
Baca juga: Konsumsi energi sesuai proyeksi, Pertamina layani mudik dan arus balik dengan lancar