2.051 siswa ikuti UNBK di NTB
Senin, 25 Maret 2019 22:22 WIB
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah saat memantau pelaksanaan UNBK pada hari pertama di SMKN 6 Mataram, Senin (25/3). (Foto Humas Pemprov NTB). (1)
Mataram (ANTARA) - Sebanyak 2.051 siswa SMK di Nusa Tenggara Barat mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di hari pertama, Senin.
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Suruji, Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Mataram Ridha Rosalina, melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK tersebut.
Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan agar listrik dan jaringan jangan sampai terganggu. Karenanya, ia meminta pihak penyelenggara mempersiapkan perangkat cadangan untuk mem-back-up jika terjadi kemungkinan terburuk.
"Hal itu untuk menjaga agar konsentrasi siswa jangan sampai terganggu, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu ujian dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Wagub juga mengingatkan bahwa UN sebenarnya juga dalam rangka mempersiapkan mental para siswa untuk bersaing dan berjuang.
"Jika mental sudah terbangun dalam pendidikan kita, saya yakin mereka akan survive. Jangan lembek jadi anak NTB, harus kuat, harus tahan banting, harus mau bekerja keras," terangnya.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aidi Furqon menjelaskan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK se-NTB sebanyak 2.051 siswa.
"Data saat ini masih diikuti 100 persen, karena sampai dengan pelaksanaan ujian, belum ada data siswa yang berhalangan atau tidak mengikuti ujian," ucapnya.
Untuk mengatasi masalah teknis seperti listrik padam, ia mengatakan sekolah telah menyiapkan genset agar tidak terjadi gangguan dalam pelaksanaan UNBK.
Sedangkan untuk mengatasi masalah IT seperti jaringan dan kerusakan komputer, sekolah juga telah menyediakan komputer cadangan untuk mengganti komputer yang rusak.
"Khusus untuk siswa yang berada di lokasi terdampak gempa, pemerintah memberikan keringanan dengan mengurangi tingkat kesulitan soal ujian," katanya.
Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalillah didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB Muhammad Suruji, Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Mataram Ridha Rosalina, melakukan pemantauan pelaksanaan UNBK tersebut.
Wagub NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan agar listrik dan jaringan jangan sampai terganggu. Karenanya, ia meminta pihak penyelenggara mempersiapkan perangkat cadangan untuk mem-back-up jika terjadi kemungkinan terburuk.
"Hal itu untuk menjaga agar konsentrasi siswa jangan sampai terganggu, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu ujian dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Wagub juga mengingatkan bahwa UN sebenarnya juga dalam rangka mempersiapkan mental para siswa untuk bersaing dan berjuang.
"Jika mental sudah terbangun dalam pendidikan kita, saya yakin mereka akan survive. Jangan lembek jadi anak NTB, harus kuat, harus tahan banting, harus mau bekerja keras," terangnya.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aidi Furqon menjelaskan, jumlah siswa yang mengikuti UNBK se-NTB sebanyak 2.051 siswa.
"Data saat ini masih diikuti 100 persen, karena sampai dengan pelaksanaan ujian, belum ada data siswa yang berhalangan atau tidak mengikuti ujian," ucapnya.
Untuk mengatasi masalah teknis seperti listrik padam, ia mengatakan sekolah telah menyiapkan genset agar tidak terjadi gangguan dalam pelaksanaan UNBK.
Sedangkan untuk mengatasi masalah IT seperti jaringan dan kerusakan komputer, sekolah juga telah menyediakan komputer cadangan untuk mengganti komputer yang rusak.
"Khusus untuk siswa yang berada di lokasi terdampak gempa, pemerintah memberikan keringanan dengan mengurangi tingkat kesulitan soal ujian," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Di Tengah Waspada Covid-19, PLN NTB Tetap Siaga Amankan Pasokan Listrik untuk Pelaksanaan UNBK 2020
17 March 2020 8:53 WIB, 2020
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
Pengelolaan sampah Nasional naik ke 24,95 persen, Target 100 persen masih jauh
11 February 2026 17:18 WIB