Disdik meminta orang tua ingatkan siswa fokus ikuti UN

id UN,Mataram,UNBK

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, para orang tua yang anaknya akan mengikuti ujian nasional baik tingkat SMP/sederajat maupun SD/sederajat agar fokus mempersiapkan diri tidak ikut-ikutan dalam berbagai kegiatan politik.

"Harapan kami, orang tua bisa tenangkan anak agar mereka bisa melaksanakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun kertas pensil (UNKP) dengan tenang, aman dan lancar," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali di Mataram, Minggu.

Pernyataan itu disampaikan berkaitan dengan pesta demokrasi yang berlangsung sekitar seminggu sebelum pelaksanaan ujian nasional (UN), dan tidak menutup kemungkinan dari ribuan siswa yang akan ikut UN ada orang tuanya yang menjadi tim sukses, pengurus partai maupun peserta pemilu legislatif.

Aktivitas politik yang dilakukan orang tua bisa mempengaruhi psikologi anak, karena yang didengar dan liat anak sehari-hari hanya urusan politik, sementara orang tua diharapkan bisa mendampingi anak untuk mempersiapkan UN.

Terkait dengan itu, Fatwir sudah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan guru baik SMP maupun SD, agar fokus mempersiapkan anak-anak menghadapi UNBK dan UNKP.

"Insya Allah, H-3 UN, kami akan melakukan cek kembali kesiapan sekolah-sekolah terutama yang menjadi peserta UNBK terkait dengan persiapan, proktor, pengawas dan operator, sinyal dan lainnya," ujarnya.

Kalau untuk peserta UNKP, menurutnya, tidak terlalu mengkhawatirkan sebab potensi masalah yang akan timbul sangat minim misalnya, masalah soal yang kurang jelas, atau kekurangan lembaran soal dan lembar jawaban.

"Namun demikian, sebagai kepala dinas yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan UN, kami akan berusaha agar UN bisa berjalan lancar, menyenangkan dan tanpa kegaduhan," katanya.

Sejauh ini, lanjutnya, dari hasil evaluasi yang dilakukan, pengaruh aktivitas politik terhadap proses belajar mengajar di tingkat SD dan SMP tidak terlalu signifikan, kecuali mungkin pada tingkat SMA/sederajat yang sudah ada sebagian memiliki hak pilih.

"Saat saya bertanya pada siswa mereka kurang paham dengan situasi ini, dan mereka tidak tahu persis dengan proses pemilu. Namun, saya sampaikan agar mereka fokus belajar, dan perpolitikan yang terjadi saat ini adalah bagian dari demokrasi," katanya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan menyebutkan, jumlah peserta UN tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 7.707 siswa SMP negeri swasta. UN dilaksanakan pada tanggal 23-24 April 2019.

Secara keseluruhan jumlah sekolah peserta UNBK tingkat SMP/sederajat di Kota Mataram baik negeri maupun swasta tercatat sebanyak 46 sekolah, sedangkan peserta UNKP sebanyak 21 sekolah. *

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar