Jakarta (ANTARA) - Aktivitas di Pasar Sabtu Tualang Cut, Aceh Tamiang, Aceh, mulai ramai kembali dengan geliat ekonomi dengan penampakan masyarakat berbondong-bondong ke pasar untuk membeli bahan makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya.

Dari pantauan di lokasi pada Sabtu, pasar dipadati pedagang dan pembeli. Di bawah tenda maupun payung besar, para pedagang tampak sibuk melayani pembeli.

"Usaha lebih baik di balik musibah ini semua. Ekonomi mulai bergerak lagi. Jangan menyerah saja lah kita, hidup kan harus berjalan,” kata seorang pedagang.

Salah satu kesibukan aktivitas itu tampak pada lapak durian yang hanya dinaungi payung warna-warni. Para pembeli antusias memilih durian yang akan mereka beli. Di toko emas pun, sejumlah ibu tengah serius memperhatikan perhiasan yang dijajakan. Di kios cabai yang berjualan di bawah tenda panjang, para pembeli pun tampak memasukkan cabai-cabai ke dalam kantong plastik.

Baca juga: Bupati Aceh Tamiang menyampaikan tiga permintaan penting ke presiden

Aceh Tamiang menjadi salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menilai dampak bencana di Aceh Tamiang termasuk yang paling parah dibandingkan daerah terdampak lainnya.

Baca juga: Nobar film hingga berbagi mainan di malam tahun baru 2026

"Dari semua daerah terdampak, yang paling berat betul adalah Aceh Tamiang," kata Tito di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten.

Presiden Prabowo Subianto juga telah bertolak ke Aceh Tamiang dan menerima laporan bahwa sanitasi air bersih sangat diperlukan. Kemudian, fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas yang sebelumnya terdampak akibat bencana, belum bisa beroperasi secara ideal.


 


Pewarta : Lintang Budiyanti Prameswari
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026