Lombok Timur (ANTARA) - Jembatan bailey bantuan Kodam IX/Udayana mulai dipasang di Dusun Aik Beta, Desa Perigi, Kecamatan Suela, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat untuk mendukung mobilitas masyarakat, kata Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Timur M Juaini Taofik.

"Pemasangan jembatan bailey ini dilakukan sebagai respons atas bencana banjir hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025, yang menyebabkan jembatan penghubung utama warga setempat putus dan melumpuhkan akses transportasi masyarakat," katanya di Lombok Timur, Minggu.

Sejak jembatan tersebut putus, katanya,pemerintah daerah terus memikirkan berbagai opsi agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.

“Alhamdulillah, berkat koordinasi yang baik antara Pak Gubernur, Pak Bupati, dan Pak Danrem Wirabakti, sehingga Pangdam IX/Udayana memutuskan memberikan bantuan berupa jembatan bailey dan hari ini sudah mulai dipasang di lokasi,” katanya.

Baca juga: Gubernur NTB: Bangun jembatan bailey atasi dampak banjir Suela

Meskipun jembatan tersebut bersifat sementara, katanya, kapasitasnya setara dengan jembatan permanen atau mampu menahan beban mencapai 30 ton.

“Kalau truk pengangkut galian C saja maksimal 10-15 ton, jembatan ini 30 ton, artinya lebih dari cukup. Namun tentu kehati-hatian tetap menjadi hal utama,” katanya.

Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap hadirnya jembatan tersebut. Bahkan, sebelum jembatan bailey datang, warga secara swadaya membangun jembatan alternatif dari bambu.

“Ini membuktikan bahwa jembatan ini sangat penting dan strategis," katanya.

Ia menyebut sekitar 140 kepala keluarga di seberang jembatan membutuhkan akses pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Dengan hadirnya jembatan ini, 10-15 hari ke depan aktivitas masyarakat kembali normal.

Pemerintah daerah mendapatkan kontrak pemanfaatan jembatan bailey selama 1-1,5 tahun.

"Rentang waktu tersebut akan dimanfaatkan untuk menyiapkan pembangunan jembatan permanen," katanya.

Baca juga: Pemkab Lombok Timur membangun jembatan sementara di Suela setelah banjir

Dalam masa itu, kata dia, tentu hal ini menjadi kesempatan pemerintah daerah mengambil kebijakan untuk membangun jembatan permanen, karena jembatan bailey juga sewaktu-waktu dipakai di daerah lain yang mengalami kondisi darurat.

"Sinkronisasi pemerintah pusat dan daerah di tengah tekanan fiskal menjadi strategi paling penting saat ini,” katanya.

Kepala BPBD Provinsi NTB Ahmadi menjelaskan jembatan bailey tersebut aset Kodam IX/Udayana yang bersifat pinjam pakai.

“Ini jembatan sementara dan aset milik Kodam IX/Udayana. Sesuai perjanjian, setelah 18 bulan jembatan ini akan dikembalikan ke kodam. Saya rasa dalam satu setengah tahun ke depan pemerintah daerah sudah bisa memperbaiki jembatan permanen,” ujarnya.

Ia mengatakan Kodam IX/Udayana sebelumnya juga telah memasang jembatan bailey di Kabupaten Bima, dan saat ini sedang dalam proses penarikan kembali untuk kebutuhan jembatan darurat di wilayah lain di Indonesia.

“Panjang jembatan ini sekitar 24 meter, kekuatannya lebih dari cukup. Bahkan spesifikasinya melebihi yang kita harapkan, karena tiang dan dindingnya dibuat dua lapis. Ini sangat membantu kebutuhan darurat, tidak hanya di NTB, tapi juga untuk wilayah lain yang terdampak bencana seperti Aceh dan Sumatra,” katanya.