Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), menangani pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Jalan AA Gede Ngurah, Abian Tubuh, Mataram.

Kepala DLH Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Selasa, mengatakan pohon jenis asam yang tumbang pada Senin (12/1-2025) sekitar pukul 17.45 Wita, tersebut murni dipicu angin kencang.

"Begitu kami dapat informasi, tim kami langsung turun evakuasi memotong pohon agar tidak menghambat arus lalu lintas," katanya.

Dalam kegiatan itu, DLH dibantu aparat Kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), camat, dan lurah, turun bersama melakukan evakuasi, termasuk dua mobil yang terdampak.

Hari ini, lanjutnya, petugas DLH kembali melakukan pembersihan sisa-sisa ranting pohon tumbang agar kawasan itu kembali bersih dan aman dilintasi kendaraan.

Baca juga: Kapolresta Mataram minta jajarannya siaga hadapi potensi bencana alam

Setelah dilakukan evaluasi, kata dia, pohon asam itu tumbang karena kondisi bagian dalam batang sudah keropos. Padahal dari luar kondisinya masih baik-baik saja.

"Setelah terjadi pohon tumbang di kawasan Abian Tubuh tersebut, kami kini juga fokus melakukan pengawasan dan perantingan terhadap pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan tersebut," katanya.

Upaya itu dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menghindari bencana pohon tumbang susulan, apalagi cuaca ekstrem masih berpotensi beberapa hari ke depan.

Selain itu, lanjut dia, kegiatan antisipasi pohon tumbang terus dilakukan dengan menggencarkan perantingan di sejumlah titik jalan protokol yang banyak ditanami pohon pelindung, terutama di Jalan Pejanggik.

Jalan Pejanggik merupakan satu titik rawan pohon tumbang karena ada deretan pohon kenari yang sudah berusia ratusan tahun.

Baca juga: Warga Mataram diingatkan waspadai dampak angin kencang

Dari kondisi fisik, rata-rata pohon pelindung tersebut masih bagus dan kokoh. Tapi pihaknya tidak tahu kondisi bagian dalam batangnya, sehingga perlu diantisipasi untuk mengurangi bobot pohon.

"Dulu kami pernah berencana membeli alat pendeteksi kondisi pohon, namun terkendala anggaran," katanya.

Terkait dengan itu pihaknya berharap masyarakat tetap waspada selama musim angin kencang karena bencana bisa terjadi kapan saja dan di mana saja.

"Jumlah pohon pelindung di Kota Mataram saat ini tercatat sekitar 6.300 pohon. Kalau ada satu yang tumbang, margin error dari upaya dan langkah antisipasi yang telah kami lakukan," katanya.

Baca juga: Waspada!! Empat warga tertimpa pohon tumbang di Mataram