Dompu (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Dompu, Nusa Tenggara Barat, memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari penguatan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Jumat.
Peringatan Isra Mi’raj diisi dengan tausiah oleh ustaz dari luar lapas yang menyampaikan secara runtut peristiwa perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW, mulai dari Isra dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Materi ceramah dilengkapi dengan hikmah dan pesan moral yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala Lapas Kelas IIB Dompu, Arya Galung kepada ANTARA, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan rohani yang secara berkelanjutan diberikan kepada WBP.
"Peringatan Isra Mi’raj ini, kami harapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan WBP, menumbuhkan sikap introspektif, serta memotivasi mereka untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Iqbal ajak warga NTB jaga lingkungan di momen Isra Mi'raj
Arya menjelaska, kegiatan keagamaan itu juga bertujuan menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW, mempererat ukhuwah islamiyah, serta menciptakan suasana lapas yang religius, aman, dan kondusif.
"Kegiatan itu menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, serta akhlak mulia kepada WBP, sekaligus mendukung proses pembinaan kepribadian di lingkungan pemasyarakatan," tegasnya.
Dengan pembinaan keagamaan yang konsisten, Lapas Dompu berkomitmen mendukung proses pembinaan kepribadian WBP agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.
Seluruh rangkaian kegiatan itu, berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan, serta diikuti oleh WBP dan jajaran petugas Lapas Kelas IIB Dompu.
Baca juga: Pilihan tema Isra Miraj 2026 yang relevan untuk masjid hingga perkantoran