Dompu (ANTARA) - Pembangunan Pelabuhan Kilo di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memasuki tahap realisasi setelah Kementerian Perhubungan RI mengalokasikan anggaran sebesar Rp91 miliar yang bersumber dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) untuk pembangunan fasilitas darat dan laut pelabuhan tersebut.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Calabai Kabupaten Dompu Prayitno mengatakan, proses tender pembangunan Pelabuhan Kilo telah dilaksanakan sejak Desember 2025 dan kini memasuki tahap akhir.

“Diperkirakan pada Januari 2026 sudah ada pemenang tender dengan nilai penawaran sekitar Rp85 miliar,” kata Prayitno saat dihubungi ANTARA melalui WhatsApp, Rabu.

Ia menjelaskan, penandatanganan kontrak pembangunan masih menunggu terbitnya dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI sebagai salah satu persyaratan dimulainya pekerjaan konstruksi.

“Titik terang pembangunan Pelabuhan Kilo sudah ada. Berkas dan dokumen KKPRL telah kami ajukan. Jika dokumen itu terbit, kontrak dengan pemenang tender segera ditandatangani,” ujarnya.

Baca juga: Pembangunan Pelabuhan Nusantara Kilo NTB disetujui pusat

Prayitno menyebutkan, rencana pembangunan Pelabuhan Kilo merupakan hasil perjuangan panjang berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Dompu telah menyiapkan dan menghibahkan lahan seluas 30 hektare kepada Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada 27 Februari 2020.

Selain itu, dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat serta Kantor UPP Kelas III Calabai dalam pemenuhan berbagai persyaratan pembangunan pelabuhan.

“Kami berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar dan Pelabuhan Kilo dapat memberikan manfaat maksimal bagi pengembangan wilayah Kabupaten Dompu,” kata Prayitno.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Dompu H. Fakhrurrazi mengapresiasi kemajuan pembangunan Pelabuhan Kilo yang telah lama dinantikan masyarakat.

Menurut dia, pembangunan pelabuhan tersebut sempat tertunda akibat refocusing anggaran pada 2025, namun pada 2026 langsung dianggarkan dalam satu tahun untuk pembangunan fasilitas darat dan laut.

“Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Dompu,” ujarnya.

Pelabuhan Kilo diproyeksikan menjadi salah satu simpul strategis pengembangan ekonomi Kabupaten Dompu, terutama untuk mendukung sektor kelautan, perikanan, pertanian, logistik, dan jasa.

Selain itu, pelabuhan yang berlokasi di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, tersebut dinilai memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan jalur transportasi laut nasional serta relatif lebih dekat dengan Ibu Kota Negara (IKN) dan pusat pertumbuhan nasional di kawasan Indonesia timur.

Keberadaan Pelabuhan Kilo diharapkan dapat mempercepat arus distribusi barang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026