Mataram (ANTARA) - Organisasi kemasyarakatan Laskar Sasak menyatakan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal serta berkomitmen mengawal jalannya pemerintahan yang sah secara konstitusional.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan melalui deklarasi yang digelar di Kantor Gubernur NTB, Mataram, Senin (19/1/2026), yang diikuti ribuan anggota Laskar Sasak.
Dalam pernyataannya, Laskar Sasak menegaskan dukungan diberikan sebagai bentuk komitmen menjaga wibawa pemerintahan, martabat daerah, dan supremasi hukum di NTB.
“Kami berdiri untuk kehormatan kepemimpinan, martabat daerah, dan tegaknya hukum di Nusa Tenggara Barat,” demikian salah satu poin pernyataan sikap yang dibacakan perwakilan organisasi tersebut.
Baca juga: Laskar Sasak ingatkan demonstran tak mudah terprovokasi
Ketua Umum DPP Laskar Sasak Lalu Muhammad Ali Sadikin mengatakan pihaknya membedakan secara tegas antara kritik konstruktif yang merupakan bagian dari demokrasi dengan tindakan yang dinilai melampaui batas etika dan hukum.
“Pemimpin boleh dikritik, tetapi tidak boleh dihina. Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi, namun penghinaan, fitnah, dan serangan personal merupakan pelanggaran etika dan hukum,” katanya.
Ia juga mengingatkan pihak-pihak yang dinilai menyebarkan narasi kebencian, tuduhan tanpa dasar, maupun provokasi terhadap kepala daerah agar siap mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.
“Siapa pun yang dengan sengaja merendahkan martabat Gubernur NTB melalui provokasi di ruang publik, baik secara lisan maupun di media sosial, harus siap mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum,” ujarnya.
Baca juga: Laskar Sasak serukan aksi damai, Ingatkan aparat dan pemerintah berbenah
Dalam deklarasi tersebut, Laskar Sasak menyampaikan empat poin sikap, yakni dukungan penuh terhadap kepemimpinan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, kecaman terhadap penghinaan dan fitnah yang memecah persatuan masyarakat, dukungan kepada aparat penegak hukum dalam menegakkan hukum secara profesional, serta kesiapan bersikap kooperatif dan konstitusional menjaga ketertiban dan keamanan daerah.
“Ini bukan soal membela individu, melainkan menjaga wibawa pemerintahan, supremasi hukum, dan masa depan NTB,” kata Ali Sadikin.
Deklarasi ditutup dengan slogan, “Adat dijunjung. Pemimpin dihormati. Hukum ditegakkan. NTB tidak boleh dipecah belah.”
Pembina Laskar Sasak Ir. Wahyu Adisiswanto menyatakan dukungan tersebut sejalan dengan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Sasak.
“Sebagai penjaga adat, Laskar Sasak harus bersikap jernih, termasuk dalam memberikan dukungan kepada pemerintahan yang sah,” kata mantan Kepala Badan Intelijen Daerah NTB itu.
Ia menegaskan falsafah Lombok Mirah Sasak Adi yang bermakna kejujuran sebagai nilai utama kehidupan masyarakat Sasak, sebagaimana termuat dalam Kakawin Negarakertagama karya Empu Prapanca.
Baca juga: Laskar Sasak: Pernikahan dini di Lombok Tengah bukan adat Sasak
Sementara itu, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal mengaku terharu atas dukungan yang disampaikan Laskar Sasak.
“Saya mendapat informasi akan ada aksi, dan ternyata yang terjadi adalah aksi damai. Terus terang, saya terharu,” ujar Iqbal.
Ia mengapresiasi penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib dan beradab, serta menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tetap diperlukan selama disampaikan dengan cara yang santun.
“Pemerintah tentu masih memiliki kekurangan. Kritik boleh disampaikan, asalkan dengan cara yang beradab,” katanya.
Iqbal juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan di NTB.
“Mau Sasak, Mbojo, atau Samawa, mari tetap bersatu untuk menjadikan NTB daerah yang makmur,” ujarnya.
Baca juga: Laskar Sasak ajak warga Lombok ramaikan Rinjani Color Run 3 / 2025