Mataram (ANTARA) - Direktur Operasional Injourney Tourism Development Corporation (ITDC) Troy Reza Waroka memastikan keberadaan penambangan tanpa izin (Peti) di sekitar Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat tidak mempengaruhi minat investasi di kawasan itu.

"Kalau di tanya tentang berpengaruh dengan investasi ke ITDC, saya rasa tidak," ujarnya di Mataram, Jumat.

Ia tidak memungkiri ada aktivitas Peti di sekitar kawasan itu, termasuk pengerukan bukit di sekitarnya. Namun ditegaskan Troy, bahwa hal tersebut tidak ada kaitannya dengan ITDC, lantaran lokasi tambang-tambang itu juga jauh berada di luar kawasan, bahkan kini sudah ditutup oleh pemerintah daerah.

"Yang harus saya pastikan berdirinya tambang-tambang itu tidak ada kaitannya atau urusannya dengan ITDC. Jadi, kami tidak ada urusan dengan adanya tambang-tambang tersebut," tegas Troy.

Menurut dia, sebagai perusahaan milik pemerintah (BUMN), pihaknya harus memberikan informasi yang benar dan tepat kepada investor berkaitan dengan yang ada di lokasi.

"Saya rasa tidak ada yang berkurang untuk investasi. Kemarin, kami mendapatkan investor dari Spanyol dan Jepang, mau bangun resort megah di Mandalika. Artinya apa, semua berkembang," katanya.

Baca juga: Polisi tertibkan galian bekas tambang emas ilegal dekat Mandalika Lombok

Troy mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB, termasuk Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah terkait hal itu. Karena, persoalan tersebut tidak mungkin bisa dikerjakan sendiri oleh ITDC.

"Semua sudah ditindaklanjuti dan ini harus kolaborasi. Karena tidak bisa ITDC bekerja sendiri," ujarnya.

Troy mengakui tingkat kepercayaan investor di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika cukup baik. Hal ini bisa dilihat dari investor asing yang masuk Mandalika.

"Kita bisa lihat dari investor dari asing masuk ke Mandalika dari Jepang, Maroko, Belanda, Spanyol. Itu semua bergerak terus," ucapnya.

Baca juga: Polres Lombok Tengah mengamankan 24 penambang emas ilegal dekat Mandalika

Ia menyatakan bahwa investor yang ingin masuk melihat faktor keamanan dan situasi yang kondusif.

"Kepastian keamanan, itu bisa kita berikan. Terus situasi yang kondusif kita bisa berikan, terus berlangsungnya MotoGP kita bisa perlihatkan, terus terakhir ada Valentino Rossi, ada Festival Mandalika dan berbagai macam kegiatan lainnya.

"Itu menjadi indikator bagi para investor. Ada merek internasional masuk, menambah kepercayaan investor untuk masuk ke Mandalika," terang Troy.

Disinggung berapa persen kawasan yang belum dilirik investor?. Troy mengatakan,o cukup besar, namun seiring waktu progres-nya terus berjalan.

"Insya Allah kita bisa. Karena kita juga bayak dibantu dan didukung pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten," tegasnya.

Baca juga: Polres Lombok Tengah tolak tambang emas ilegal di dekat Mandalika

Lebih lanjut, dalam mendorong investasi di kawasan, pihaknya terus melakukan sosialisasi, bertemu dengan calon investor, termasuk dari luar negeri. Tentunya kedepannya InJourney akan menginisiasi bisnis meching dengan melibatkan para investor dari lokal dan luar negeri untuk mendatangkan investor masuk ke Mandalika.

"Tapi, yang paling penting situasi kondusif dan aman," katanya.

Sebelumnya Bupati Lombok Tengah, Pathul Bahri memastikan sejumlah tambang ilegal yang beroperasi di wilayah setempat sudah ditutup total.

"Kan sudah di tutup," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri.

Baca juga: Tambang emas ilegal dekat Mandalika Lombok ditutup
Baca juga: Mencari emas di tanah rawan
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Mandalika di bawah ancaman tambang liar