Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera mengisi 42 jabatan kepala sekolah jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang kosong karena kepala sekolah yang masuk masa pensiun.

"Proses seleksi sudah memasuki tahap akhir dan kami targetkan pengisian kepala sekolah kosong tuntas pada Maret 2026," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram Yusuf di Mataram, Senin.

Sebanyak 42 posisi kepala sekolah yang akan segera diisi, mencakup tingkat SD dan SMP dan dari jumlah itu posisi kepala sekolah SD mendominasi, sementara untuk jenjang SMP terdapat sekitar 12 posisi yang lowong.

Saat ini, pihak Dinas Pendidikan sedang melakukan koordinasi intensif untuk mematangkan penempatan para calon kepala sekolah dan pertimbangan teknis (pertek) akan segera mengirimkan usulan pertek ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk kemudian dilaporkan kepada Wali Kota Mataram dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram.

"Pengurusan pertek diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu," katanya.

Baca juga: Sebanyak 48 calon kepala sekolah di Mataram lulus seleksi

Menurutnya, kehadiran kepala sekolah definitif dinilai sangat krusial bagi kemajuan satuan pendidikan dan posisi definitif memastikan pengambilan keputusan strategis, peningkatan kualitas guru, dan pengelolaan sarana prasarana berjalan efektif, sehingga mutu pendidikan terjaga.

Selain urusan manajerial, keberadaan kepala sekolah definitif sangat diperlukan untuk kepentingan penandatanganan ijazah siswa yang akan segera lulus.

Karena, meskipun ada pelaksana tugas (Plt) diperbolehkan menandatangani ijazah berdasarkan aturan tertentu, kepala sekolah definitif memberikan kepastian hukum dan optimalisasi tata kelola sekolah, menghindari kendala administratif dalam penerbitan dokumen kelulusan.

"Kami berharap dengan kepala sekolah yang baru dan semangat yang baru, pengelolaan satuan pendidikan bisa lebih baik, sehingga mutu pendidikan kita juga meningkat," katanya.

Baca juga: Disdik Mataram minta kepala sekolah ingatkan siswa tidak ikut unjuk rasa
Baca juga: Disdik Mataram sedang menyiapkan 20 calon kepala sekolah