Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), akan menindak tegas siswa yang terbukti ikut dalam perang sarung, perang mercon, lomba lari, panco, dan aktivitas lainnya yang mengganggu keamanan dan ketertiban selama Ramadhan 1447 Hijriah/2026.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf di Mataram, Kamis, mengatakan siswa yang terbukti akan ditindak tegas sesuai dengan aturan dan tata tertib yang berlaku di satuan pendidikan masing-masing.

"Kami sudah siapkan sanksi tegas bagi siswa yang kedapatan mengganggu ketertiban umum selama puasa, bahkan hingga sanksi skorsing sesuai proses tahapannya," kata Yusuf.

Hal tersebut disampaikan menyikapi maraknya aktivitas anak-anak mulai dari perang sarung, permainan petasan, panco, balap lari, dan lainnya yang kerap melibatkan pelajar setelah waktu sahur di beberapa titik, seperti Udayana, Jalan Lingkar, Sekarbela, Jempong, Jalan Adi Sucipto, dan lainnya.

Baca juga: Polres Dompu amankan tawuran remaja bermodus perang sarung

Namun hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait keterlibatan siswa baik tingkat SD maupun SMP di Kota Mataram.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata dia, sebelum libur awal Ramadhan pihaknya sudah menyebar surat edaran ke semua sekolah untuk ditindaklanjuti ke orang tua.

Dalam edaran itu, lanjutnya, ditekankan agar aktivitas sekolah selama bulan Ramadhan lebih banyak kegiatan keagamaan atau peningkatan iman dan takwa (imtak). Pada waktu pagi anak-anak mengikuti siraman rohani, dilanjutkan dengan membaca Al Quran sehingga muatan akademik tidak terlalu banyak.

"Selama Ramadhan, kegiatan di sekolah lebih memperkuat pada pembinaan mental spiritual dan keagamaan," katanya.

Baca juga: Perang sarung, Orang tua di Mataram diminta awasi anaknya

Selain di sekolah, pihaknya juga mengimbau kepada para orang tua dan masyarakat untuk lebih intensif dalam menjaga dan mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama di luar jam sekolah agar anak-anak tidak melakukan kegiatan yang merugikan diri sendiri dan orang lain.

"Mari bersama-sama berkolaborasi menjaga anak-anak agar ibadah puasa dapat dijalankan dengan aman dan nyaman, baik di malam hari maupun pagi hari," katanya.

Baca juga: Orang tua di Mataram diminta bantu hentikan permainan pukul sarung
Baca juga: Ikhtiar memupus budaya perang sarung saat Ramadhan di Sukabumi
Baca juga: Petugas patroli cegah aksi tawuran di Bogor



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026