Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendukung pengembangan program budidaya tanaman porang guna mendorong peningkatan ekonomi dan mengentaskan kemiskinan masyarakat di wilayah itu.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri mengatakan program budidaya porang di Kabupaten Lombok Utara ini dikembangkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Gangga di lahan seluas 243 hektare dan Kecamatan Bayan di lahan seluas 149 hektare.
"Jadi, budidaya porang ini dikelola oleh 12 kelompok tani di wilayah Gangga dan Bayan," ujarnya di Mataram, Sabtu.
Ia menjelaskan program budidaya porang ini dilakukan melalui kemitraan multipihak yang digagas oleh Kementerian Sosial dengan menggandeng Universitas Mataram (Unram), PT Sanindo Pangan Rinjani sebagai offtaker, bersama pemerintah daerah.
"Struktur kemitraan melibatkan pihak ketiga selain pemerintah ada swasta yang ikut membina petani dan menyediakan dukungan produksi," kata Kusmalahadi.
Baca juga: Kemensos memberdayakan petani porang di NTB
Menurutnya, secara potensi budidaya porang di Lombok Utara sangat menjanjikan lantaran di dukung oleh lahan yang tersedia masih sangat luas, dukungan petani juga sangat besar, bahkan dalam beberapa tahun terakhir sudah menanam porang sebagai sumber ekonomi. Bahkan, secara pengelolaan dilakukan dengan koperasi sebelum di ambil perusahaan sebagai mitra.
"Jadi, kalau dari sisi penghasilan petani sekarang meningkat drastis. Dulunya dapat Rp900 ribu sekarang bisa dapat sampai Rp3 juta. Kalau ini terus berkembang, petani kita makin sejahtera dan kemiskinan berkurang," kata Wabup Lombok Utara.
Lebih lanjut Kusmalahadi mengatakan dalam pengembangan budidaya porang di Lombok Utara, pihaknya tidak ingin terpaku di hulunya saja, namun bagaimana di hilir juga berkembang dan diperluas terutama kemitraan dengan perusahaan sebagai pembeli porang petani.
"Fokus kita tidak hanya di hulu tapi juga hilir, sehingga keberlanjutan produksi dan kesejahteraan petani terus meningkat, meski pemasaran sebagian besar masih dalam bentuk jual basah ke perusahaan," katanya lagi.
Baca juga: Lombok Timur kembangkan budi daya porang lewat bantuan bibit
Ia berharap program pengembangan budidaya porang ini terus berkembang di Kabupaten Lombok Utara. Termasuk, dukungan yang diberikan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.
"Menteri Sosial direncanakan akan berkunjung untuk melihat dan memastikan progres budidaya porang ini sekaligus meninjau sekolah rakyat yang di bangun di Lombok Utara. Ke depan kunjungan itu diharapkan memperkuat dukungan institusional dan memastikan kesinambungan program," katanya.
Sebelumnya Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam kunjungan kerja di Mataram, Kamis (16/4) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Rektor Unram Sukardi, perwakilan PT Sanindo Pangan untuk memperluas program pemberdayaan petani porang di NTB. Penandatanganan ini disaksikan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan program ini dirancang dengan pembagian peran yang jelas antarpihak.
"Bibit dari Kementerian Sosial, pelatihan dari CSR perusahaan, pendampingan dari perguruan tinggi, monitoring dan evaluasi dari pemerintah daerah, dan perusahaan sebagai off-taker," ujarnya.
Ia mengatakan proyek ini menjadi model awal yang akan terus dikembangkan jika menunjukkan hasil positif.
"Pemerintah berharap melalui kolaborasi ini, pemberdayaan tidak hanya meningkatkan pendapatan petani, tetapi juga menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan dan mampu memutus rantai kemiskinan," katanya.