Lombok Utara (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong tim gugus tugas untuk berinovasi guna memperkuat kabupaten layak anak (KLA) di daerah setempat pada 2026.
"Kalau tidak berinovasi, maka perjalanan akan begitu-begitu saja. Ketika predikat meningkat, tantangan juga ikut naik,” kata Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi gugus tugas KLA 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu.
Ia juga menekankan pentingnya inovasi program dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan KLA.
"Selain kualitas data dalam pelaporan, terobosan baru menjadi kunci agar upaya yang dilakukan tidak berjalan stagnan," katanya.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh anggota gugus tugas yang telah berkontribusi dalam meraih predikat KLA pada tahun sebelumnya.
Ia berharap, dengan fokus, disiplin, dan komitmen yang kuat, maka Lombok Utara dapat meraih predikat yang lebih tinggi pada tahun ini.
Ia mengingatkan bahwa implementasi di lapangan tidak mudah dan pasti menghadapi berbagai kendala.
Baca juga: Menteri PPPA meminta daerah tinjau kembali implementasi KLA
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pihak saling mendukung, termasuk dalam menyukseskan kegiatan Sensus Ekonomi yang akan dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Lombok Utara.
Menurut dia, data statistik memiliki peran penting dalam penilaian KLA karena menjadi salah satu acuan utama dalam pengukuran capaian daerah.
“Saya berharap semua pihak bisa mendukung kegiatan sensus ini, karena data yang dihasilkan juga akan berdampak pada peningkatan predikat KLA kita,” katanya.
Baca juga: Estetika, rokok, dan ruang tumbuh sehat anak muda Indonesia
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi langkah strategis sekaligus penguat sinergi antar-pemangku kepentingan dalam mewujudkan Lombok Utara sebagai KLA yang lebih baik tahun ini.
"Semoga program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat," katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026