Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera mengusulkan tambahan anggaran bahan bakar minyak (BBM) operasional armada pengangkut sampah sebagai dampak dari penyesuaian harga BBM jenis Dexlite.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Sabtu, mengatakan usulan itu dipicu oleh harga BBM jenis Dexlite yang terus mengalami kenaikan.

Dengan proyeksi harga saat ini, DLH mengalami defisit anggaran sekitar Rp1,4 miliar untuk memenuhi kebutuhan operasional hingga Desember 2026.

"Kekurangan anggaran sekitar Rp1,4 miliar untuk Dexlite itu, akan diajukan melalui APBD Perubahan 2026," katanya.

Meskipun menghadapi kendala anggaran, lanjutnya, DLH memastikan pelayanan pengangkutan sampah tetap berjalan maksimal. Saat ini, terdapat 38 unit armada sampah yang beroperasi setiap harinya.

Baca juga: 10.000 ton sampah TPS Sandubaya ? DLH Mataram tuntaskan dua bulan

Setiap armada tersebut rata-rata melakukan empat kali ritase atau pulang pergi untuk mengangkut sampah dari berbagai titik di kota menuju tempat pembuangan akhir yakni di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat.

Dengan intensitas kerja yang tinggi, katanya, kebutuhan total anggaran operasional diperkirakan mencapai Rp11,5 miliar, meningkat dari alokasi sebelumnya yang berada di angka Rp10 miliar.

Baca juga: DLH Mataram merelokasi PKL di Taman Angsa Udayana

Pihak DLH terus memantau perkembangan harga BBM secara berkala, jika tren harga Dexlite terus merangkak naik, maka usulan penambahan di APBD Perubahan menjadi hal yang mendesak untuk menjaga kesinambungan operasional.

"Semoga saja harga di bulan ini bisa turun atau kembali normal, sehingga penambahan di APBD nanti tidak terlalu besar," katanya.