Mataram, NTB (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, segera merelokasi pedagang kaki lima (PKL) di samping kolam Taman Angsa Udayana.
"Rencananya, sekitar 8-12 pedagang akan kami pindahkan ke area utara dekat SMPN 6 Mataram dan bekas lapak kami konsep jadi lahan parkir," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Rabu.
Dalam konsepnya, bekas lapak tersebut nantinya akan ditata dengan paving block menjadi tempat parkir khusus kendaraan roda dua, sehingga para pengunjung Taman Angsa tidak lagi parkir di bahu jalan.
Kondisi lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Udayana, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, yang terkesan kumuh sehingga segera direlokasi. Rabu (13/5/2026). ANTARA/Nirkomala
Selain itu, katanya, keberadaan lapak PKL di kawasan tersebut kondisinya saat ini terkesan kumuh, sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung di kawasan tersebut.
"Karena itulah, penataan kawasan itu segera kami lakukan agar tidak ada lagi kendaraan yang parkir di bahu jalan yang memicu kemacetan lalu lintas, serta memberikan kenyamanan dan keamanan pengunjung," katanya.
Menyinggung tentang kebutuhan anggaran, Denny, mengatakan, pihaknya akan mengusulkan kebutuhan anggaran melalui APBD Perubahan 2026. Dengan kebutuhan diprediksi di bawah Rp100 juta.
Baca juga: DLH Mataram menata taman dan lahan parkir di kawasan Udayana
"Untuk kebutuhan anggaran, masih kami hitung agar sesuai dengan konsep yang ada" katanya.
Sementara, untuk mendukung kawasan tersebut lebih tertata dan rapi, saat ini DLH sedang membuat taman di lokasi yang sama sepanjang sekitar 100 meter dengan anggaran Rp170 juta.
Progres pengerjaan fisik telah mencapai sekitar 40 persen dan pihaknya menargetkan penataan taman itu dapat rampung sepenuhnya dalam waktu satu bulan ke depan.
Baca juga: Dishub-DLH siapkan kerja sama olah limbah kotoran kuda jadi biogas
"Kegiatan penataan taman diambil demi kepentingan masyarakat luas agar kawasan Udayana menjadi lebih asri dan tertib sebagai ikon ruang publik di Kota Mataram," katanya.
Dalam konsepnya tanaman itu disesuaikan dengan kondisi lingkungan Udayana yang cenderung teduh dan tidak terpapar panas matahari secara langsung.
Jenis tanaman difokuskan pada tanaman hias daun atau tanaman yang tidak memerlukan sinar matahari terik untuk berbunga.
"Dengan anggaran itu, kami juga akan menambah fasilitas berupa pemasangan lampu hias di sepanjang jalan untuk mempercantik estetika kawasan pada malam hari," katanya menambahkan.