Mataram (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menerapkan konsep tempat penampungan sementara (TPS) mobile atau tempat pembuangan sampah bergerak di TPS Kebon Talo, Ampenan, agar tidak terjadi penumpukan sampah.
"TPS Kebon Talo sudah kami sterilkan, kini untuk menjaga tetap bersih kami terapkan TPS mobile," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi di Mataram, Kamis.
Dikatakan, langkah itu diambil guna memastikan tidak ada lagi sampah yang mengendap atau menumpuk di TPS bahkan hingga ke pinggir jalan.
Penerapan sistem TPS mobile dilakukan dengan pekerja atau petugas sampah roda tiga dari lingkungan memindahkan sampah langsung dari kendaraan ke truk pengangkut atau dump truk sesuai dengan jam yang ditetapkan.
"Dengan konsep itu, sampah tidak lagi diletakkan di tanah, melainkan langsung dibawa menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Kabupaten Lombok Barat," katanya.
Baca juga: Layanan TPS mobile diterapkan di pasar tradisional Mataram
Terkait dengan kondisi pemandangan TPS mobile yang saat ini masih terlihat beraktivitas di pinggir jalan utama menuju objek wisata Senggigi, Denny, mengatakan, kondisi itu bersifat sementara.
Rencananya, seluruh aktivitas pemindahan sampah akan direlokasi ke lahan di bagian belakang yang telah dipagari, tepatnya di belakang Koperasi Merah Putih (KMP) dan Pasar Ikan Kebon Talo.
"Akses ke belakang sebenarnya sudah disiapkan dan kini sedang dipadatkan menggunakan alat berat," katanya.
Baca juga: TPS mobile disiapkan di 50 kelurahan Kota Mataram
Namun karena faktor cuaca hujan yang membuat akses kembali menjadi becek dan TPS mobile sementara digeser ke depan lagi. Namun, ke depan semua akan masuk ke lahan belakang agar tidak terlihat di pinggir jalan.
Menurutnya, sistem pengangkutan sampah di TPS mobile Kebon Tali dilakukan secara rutin dalam dua sif, yaitu pada pagi sekitar pukul 09.00 Wita dan sore hari sekitar pukul 16.00 Wita.
"Langkah itu, kami harapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan estetis, mengingat wilayah tersebut juga berdekatan dengan kawasan pengembangan pariwisata," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026