Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan sejumlah pelanggaran atas harga eceran tertinggi (HET) gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram saat melakukan pengawasan di Pulau Lombok.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata mengatakan temuan penjualan elpiji di atas HET ada di Kabupaten Lombok Tengah dan Lombok Barat.
"Keberadaan pangkalan yang tidak merata di seluruh desa menyebabkan masyarakat harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan untuk memperoleh elpiji bersubsidi," ujar dia dalam pernyataan di Mataram, Minggu.
Pada 18 sampai 26 Mei 2026, Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB melaksanakan kegiatan pengawasan distribusi dan peredaran barang kebutuhan pokok strategis di Pulau Lombok.
Baca juga: Pemprov NTB pastikan tidak ada kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Tim pengawas menemukan satu pangkalan elpiji tiga kilogram di kawasan eks Pasar Gerung, Kabupaten Lombok Barat, yang menjual elpiji subsidi di atas HET dengan harga sekitar Rp20.000 per tabung.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyebut Lombok Barat memiliki kuota elpiji sebesar 20.343 tabung per bulan yang disalurkan melalui 15 agen dan 475 pangkalan.
Di Kabupaten Lombok Tengah, tim pengawasan menemukan satu pangkalan elpiji tiga kilogram yang menjual gas elpiji subsidi di atas HET dengan harga berkisar antara Rp19.000 hingga Rp23.000 per tabung.
Daerah tersebut memiliki kuota elpiji tiga kilogram sebesar 24.784 tabung per bulan yang didistribusikan melalui 12 agen dan 535 pangkalan.
Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB juga menelusuri laporan tentang kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Lombok Timur.
Kelangkaan itu dipicu konsumsi masyarakat yang meningkat saat kegiatan keagamaan dan penggunaan elpiji bersubsidi oleh sektor yang tidak berhak, seperti usaha peternakan ayam dan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabupaten Lombok Timur memiliki kuota elpiji tiga kilogram sebesar 38.591 tabung per bulan yang didistribusikan melalui 18 agen dan 758 pangkalan.
Baca juga: Jelang Lebaran, NTB perketat pengawasan harga 8 komoditas pangan
Wiranata mengatakan distribusi elpiji bersubsidi ukuran tabung tiga kilogram di Lombok Timur saat ini berlangsung normal dan penjualan dilakukan sesuai ketentuan harga yang berlaku.
Ia merekomendasikan sejumlah langkah berupa penambahan pangkalan dan sub-penyalur resmi elpiji di wilayah yang belum terjangkau, inspeksi mendadak berkala, penguatan sosialisasi kepada masyarakat terkait mekanisme distribusi elpiji subsidi, dan saluran pengaduan konsumen.
"Kami terus memperkuat pengawasan bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait agar distribusi elpiji tiga kilogram berjalan sesuai ketentuan serta tepat sasaran," kata Wiranata.