Akademisi mendesak polisi menangkap pengibar bendera Bintang Kejora
Minggu, 1 September 2019 22:36 WIB
Salah satu tersangka (kiri) memperagakan pelemparan saat olah TKP yang digelar oleh Dirkrimum Polda Papua, di Kota Jayapura, Minggu (1/9/2019). (ANTARA/HO-Polda Papua/aa (Handout Humas Polda Papua)
Lebak (ANTARA) - Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wasilatul Falah Rangkasbitung Encep Khaerudin mendesak kepolisian agar segera menangkap pelaku pengibaran bendera Bintang Kejora di depan Istana Negara.
"Sangat saya sayangkan," kata Encep Khaerudin saat diminta tanggapannya di Lebak, Minggu terkait peristiwa itu.
Polisi diminta tanggap melihat aksi unjuk rasa di Istana Negara serta menangkap pelakunya karena dinilai sudah radikal.
Encep melihat persoalan yang terjadi saat ini di Papua seharusnya bisa diselesaikan secara damai dan tidak mengorbankan rakyat.
"Kalau saya lihat aksi unjuk rasa di depan Istana masih ada kaitannya di Provinsi Papua tentunya terdapat aktor intelektual di belakangnya yang ingin terjadinya gangguan keamanan," katanya.
Menanggapi kondisi Papua terkini, Encep menyarankan agar pemerintah segera menyerahkan sepenuhnya pemulihan keamanan dan penegakan hukum di Papua kepada kepolisian.
Selain itu, Encep juga berharap agar umat Muslim jangan ikut terprovokasi dengan peristiwa unjuk rasa di Papua yang berujung anarkis.
"Ricuh yang terjadi di Papua dipastikan merupakan ulah sekelompok orang yang ingin memecah belah NKRI," ujar dia.
"Sangat saya sayangkan," kata Encep Khaerudin saat diminta tanggapannya di Lebak, Minggu terkait peristiwa itu.
Polisi diminta tanggap melihat aksi unjuk rasa di Istana Negara serta menangkap pelakunya karena dinilai sudah radikal.
Encep melihat persoalan yang terjadi saat ini di Papua seharusnya bisa diselesaikan secara damai dan tidak mengorbankan rakyat.
"Kalau saya lihat aksi unjuk rasa di depan Istana masih ada kaitannya di Provinsi Papua tentunya terdapat aktor intelektual di belakangnya yang ingin terjadinya gangguan keamanan," katanya.
Menanggapi kondisi Papua terkini, Encep menyarankan agar pemerintah segera menyerahkan sepenuhnya pemulihan keamanan dan penegakan hukum di Papua kepada kepolisian.
Selain itu, Encep juga berharap agar umat Muslim jangan ikut terprovokasi dengan peristiwa unjuk rasa di Papua yang berujung anarkis.
"Ricuh yang terjadi di Papua dipastikan merupakan ulah sekelompok orang yang ingin memecah belah NKRI," ujar dia.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menko Airlangga sebut lahan food estate di Merauke Papua lebih baik dari Australia
14 January 2026 5:22 WIB
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024